Facebook dan Algoritma 'EdgeRank'

Dari dulu gue kira kalau newsfeed yang muncul di timeline Facebook adalah hasil sorting yang udah diurutkan berdasarkan waktunya atau date added. Artinya semakin baru posting yang kita share di Facebook, makan posting kita akan ada di awal timeline kita dan teman-teman kita.

Ternyata, Facebook gak pakai algoritma sesederhana itu. Bayangin aja kalau teman Facebook kita ada ratusan atau bahkan ribuan (jaman awal-awal punya Facebook suka banggain kalau jumlah temannya banyak - sampai dibikin akun part 1, part 2), pasti timeline kita penuh banget dengam postingan mereka, malahan postingan teman dekat kita bisa aja gak keliatan di timeline kita karena 'tenggelam'. Walaupun emang orang-orang lebih suka dengan metode ini karena lebih sederhana dan mereka bisa melihat semua postingan teman mereka, regardless they care or not.

Jadi, kalau kalian buka Facebook dan postingan teman kalian ada yang gak muncul di timeline kalian, itu wajar, karena Facebook menggunakan suatu algoritma yang mereka sebut dengan EdgeRank.

Di posting kali ini gue bakal bahas sedikit apa itu EdgeRank, jadi kalian tahu kemana 'hilang'nya postingan beberapa teman kalian hehe

Apa itu EdgeRank?
EdgeRank adalah algoritma buatan Facebook yang fungsinya nentuin postingan apa yang bakal muncul di timeline masing-masing usernya. Nah setiap kegiatan yang teman-temanmu lakuin di Facebook, punya potensi buat muncul di timelinemu. Kegiatan yang dimaksud disini misal update status, komen di posting orang, ngetag, share foto, dan lain-lain. Nah, setiap kegiatan-kegiatan itu namanya Edge. Dengan algoritma EdgeRank, Facebook nentuin seberapa menarik sih setiap edge yang teman kalian bikin? Artinya kalau misal kamu bikin posting yang biasa-biasa aja atau boring, ya gak bakal muncul di timeline teman kalian.

Nah, tiap edge dari teman kalian ini bakal disorting berdasarkan how interesting the stories are, semakin menarik, semakin postingan itu muncul di timeline kalian. Makanya nama algoritma ini adalah EdgeRank. It only shows the top-ranked stories to the user. Jadi kalau kalian gak lihat postingan beberapa teman kalian, mungkin postingan mereka dianggap kurang menarik oleh algoritma ini. Makanya, kalau bikin posting jangan curhat mulu hahaha

Terus gimana biar update status kita muncul di timeline teman? :(

Nah, Facebook udah kasih sedikit bocoran apa aja yang jadi pertimbangan algoritmanya:
  1. Affinity score
  2. Edge weight
  3. Time decay
Oke kita lihat satu-satu.

Affinity Score

Kalau kita lihat KBBI, afinitas berarti ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan. Afinitas di algoritma ini nentuin seberapa 'connected' sih kamu dengan edge (posting, comment, share) yang dibuat oleh temanmu?
Contohnya, kamu punya teman di Facebook. Kamu sering kirim-kirim pesan atau ngetik di timeline dia, terus kalian juga punya (misal) 50 teman bersama. Artinya, kamu dan temanmu ini punya affinity score yang tinggi. Facebook bakal mikir kalau kamu bakal pingin ada status update temanmu ini muncul di timelinemu.

Facebook nentuin affinity score dari beberapa hal:

  1. The strength of the action
  2. How close the person who took the action was to you
  3. How long ago they took the action
Action disini termasuk nge-klik, nge-like, komen, nge-share, nge-tag, dan lain-lain yang tentunya punya bobotnya sendiri-sendiri yang tergantung dari besarnya usaha yang dilakukan. Misal, kasih komentar ke posting temen bobotnya lebih gede daripada cuma nge-like. Dan ngelike bobotnya lebih gede daripada cuma nge-klik.

Edge Weight

Di awal tadi udah dibahas apa itu edge. Edge bisa dikatakan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan di Facebook, bisa itu bikin postingan, nge-like status orang, nge-share postingan orang, nge-tag temanmu di foto dan lain-lain. Tiap edge bakal punya bobotnya masing-masing dilihat dari seberapa menariknya edge yang dibuat. Contoh, nge-share foto atau video lebih menarik daripada nge-share link kan? Artinya bobot nge-share foto/video lebih gede ketimbang cuma nge-share link.

Time Decay

Faktor terakhir adalah waktu. Semakin 'tua' edge yang dibikin di Facebook, edge tersebut semakin kehilangan poin secara Facebook anggap itu old news. Jadi, postingan-postingan yang muncul di timelinemu itu postingan yang punya skor tinggi dalam EdgeRank dan di waktu yang paling baru/latest news.


Nah, sekarang udah tahu kan kenapa gak semua postingan temanmu muncul di Facebook? Memang algoritma ini gak begitu disukai oleh beberapa orang karena kita belum tentu bisa lihat kabar terbaru dari teman kita. Dan kayaknya algoritma ini juga dipakai di Instagram (secara Instagram juga punyanya Facebook), kadang kita gak lihat beberapa foto yang teman kita share di timeline.

Kalau kalian pingin lebih tahu how EdgeRank works, kalian bisa kunjungi web http://edgerank.net



See ya! :)

Charity Abal-abal dan Imbalan Voucher


Mas, bisa minta waktunya 2 menit aja?
Buat kalian yang tinggal di sekitaran Jogja pasti ga asing dengar kalimat itu. Kalimat ala-ala dari sales yang mau nawarin sesuatu. Kalau nawarinnya produk sih ga masalah, emang harus ada salesnya. Nah, kalau nawarinnya voucher tapi berkedok nawarin donasi/charity? Menurut kalian pantas gak?

Oke, disini gue gak lagi promosi apa-apa. Gue mau cerita, curhat, komen, dan nanya. Tiba-tiba hal ini ngeganjal di pikiran gue. Sebenarnya udah lama banget pingin gue omongin, cuma takut salah. Tapi karena kejadian ini udah keulang berkali-kali, kayanya gue harus minta klarifikasi.

Kejadian pertama, cerita paling awalnya adalah gue sedang berada di Ambarukmo Plaza (Amplaz) Jogja, nungguin adek gue yang lagi ngerayain ulang tahun.....temennya. Gue kan males ya masuk ikutan rame-ramean di dalam, secara di dalam isinya anak kecil pada lari-larian, daripada gue ikutan main sama mereka, mending gue ikut nimbrung sama mamanya mereka. Eh.

Haha engga, jadi gue nunggu diluar gitu, tau kan kalau di mall ada bagian semacam pagar di tengah yang biasa buat orang senderan dan bisa lihat ke bawah? Nah gue disitu. Pas masih asik hapean, gue dicolek sama orang, mas-mas pake kemeja putih, usianya sepantaran gue lah. Dia ngenalin diri, awalnya gue ngira dia mau nanya arah, eh ternyata minta waktu "dua menit" mau ngejelasin sesuatu. Pikiran gue udah, wah masnya pasti mau nawarin sesuatu yang gue harus bayar, tapi karena posisi gue emang lagi nyantai, mau ngeles keburu-buru juga gabisa kan? Yaudah akhirnya gue nyoba buat dengerin "proposal" dia. Dia ngejelasin tentang organisasinya yang ngasih sumbangan ke veteran-veteran gitu. Terus dia ngeluarin buku kecil, beberapa halaman pertama emang ngejelasin maksud dan tujuannya: NYUMBANG. Tapi bagian belakangnya, isinya voucher-voucher di berbagai toko yang gue lihat emang ada di dalam Amplaz.

Jadi percakapan kami kurang lebih gini:

Mas: "Jadi kita dari organisasi (gue lupa namanya) bergerak untuk ngasih bantuan ke veteran-veteran...bla...bla...blaa.." Sambil cerita tentang perjuangan Indonesia + nunjukin buku voucher.
Gue: "Lah mas, ini apa kok ada voucher-voucher gini?"
Mas: "Oh iya mas, kalau mas ikut nyumbang, nanti buku ini buat mas, kan lumayan mas NYUMBANG SERATUS RIBU, DAPAT VOUCHER BELANJA!

Waktu itu gue mikir, yang namanya nyumbang sekarang ada nominal minimumnya ya? Ga bisa kayak kita infaq? Semampu kita dan yang tahu jumlahnya cuma kita? Setahu gue yang namanya nyumbang kayak gitu. Dan dengan adanya imbalan voucher itu malah ngerubah niat kita yang awalnya nyumbang jadi kebelet pingin dapat voucher kan?

Waktu gue buka-buka buku itu emang tertera tulisan 100 ribu dan identitas organisasi mereka. Di dalamnya juga ada berbagai nominal voucher dari berbagai store. Gue ngecek dompet, ada duit 100 ribu, yaudah akhirnya gue nyoba aja "nyumbang" dengan bismillah semoga emang bener uangnya buat bantu para veteran. Selagi gue ngasih uangnya, gue nanya:

Gue: "Masnya kuliah?"
Mas: "Iya mas, udah masuk semester akhir"
Gue: "Kuliah dimana?"

Ternyata masnya kuliah di jurusan Komunikasi di salah satu universitas terkemuka Indonesia yang berlokasi di depok (tau kan). Gue mikir. LAH NGAPAIN JAUH-JAUH DARI DEPOK KE AMPLAZ JOGJA CUMA BUAT NYEBARIN BUKU VOUCHER? Maksud gue, kalau emang masnya kuliah disana, apa gak bisa nyebarnya di daerah Depok juga? Apa Depok orangnya pelit-pelit sampai masnya harus ke Jogja cuma buat itu? 

Tapi karena udah terlanjur ngasih uangnya, yaudah deh, semoga berkah.

Vouchernya bentuknya hampir seperti ini (punya gue udah gue buang). Gue dapat dari salah satu blogger yang "kena" juga.
source: http://summer3angle.blogspot.co.id/2014/04/charity-apa-beli-voucher.html

source: http://www.hennyfaridah.name/2015/10/penipuan-jual-buku-voucher-yayasan-peduli-sosial.html


Sampai rumah, gue langsung cek website dan sosial media organisasi mereka. Data dari Google ga ngasih begitu banyak. Memang ada websitenya, tapi gak update. Gue merasa bego


Kejadian kedua. Waktu itu gue lagi jalan-jalan sama temen di Hypermart Hartono Mall. Ga beli apa-apa cuma iseng jalan-jalan secara waktu itu Hartono Mall Jogja baru aja buka. Gue masuk di Hypermart ke bagian bumbu masakan gitu. Hahaha gatau kenapa gue kalau liat bumbu masakan gitu bawaannya laper. Pas lagi liat-liat, tiba-tiba disamperin sama satu mas dan satu mbak, usianya juga sepantaran gue dan pakaiannya ala-ala mahasiswa. Dengan menggunakan template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?" Akhirnya gue dan temen gue dengerin.

Waktu itu dia dari organisasi yang ngasih bantuan ke anak yatim piatu. Pas dia ngejelasin dan ngeluarin "buku" itu, gue kaget. Loh kok buku voucher lagi? Tapi gue dan temen gue masih tetep dengerin walapun gue udah tahu endingnya bakal kaya gimana.

Dan terjadinya percakapan seperti ini:
Mas: *abis ngejelasin* "Jadi, gimana? Mas mbaknya tertarik? 100 ribu aja loh, uangnya buat nyumbang plus masnya dapat voucher"
Mbak: "Mungkin masnya bisa bantu kita buat ngisi biodata mas di buku ini"
Gue: "Kalau saya isi biodata saya, saya harus bayar dong"
Mbak: "Iya betul mas"
Gue: *menghela nafas* "Sebenernya ya mas, mbak, saya juga pernah ditawarin kaya ginian , PERSIS"
Mas: "Oh ya? Program apa itu mas?"
Gue: *Gue ngejelasin kejadian yang veteran itu*
Mbak: "Ohh itu udah lama mas, ini yang baru"
Mas: "Donasi lagi aja mas, buat anak yatim"


Setelah ngomong-ngomong dengan masnya gue tegas bilang engga. Kenapa? Gue jelasin setelah kejadian ketiga.



Kejadian ketiga. Ini yang paling baru. Kemarin hari Kamis tanggal 30 Juni 2016. Gue abis shalat Dhuhur di Masjid Kampus UGM, udah di parkiran, udah pasang masker, udah pasang helm, gue buru-buru mau ambil surat di dekanat. Tiba-tiba disamperin sama perempuan. Sekali lagi, gue kira dia mau nanya arah, gak ada pikiran dia bakal minta donasi, soalnya cara dia berpakaian ala-ala mahasiswa.

Dan lagi, dia pakai template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?". Kali ini gue emang keburu-buru karena harus ngurus surat di dekanat, jadi gue jawab:

Gue: "Maaf mbak, lagi keburu mau ke kampus"
Mbak: "Semenit aja mas, saya jelaskan intinya"
Gue: *mengehela nafas* "Yaudah, ada apa?"

Mbaknya mulai ngejelasin tentang taman bacaan pelangi kalau gak salah, dan waktu mbaknya mulai ngeluarin sesuatu dari tasnya, dan ternyata dia ngambil buku voucher itu, gue langsung potong:

Gue: "Mbak, jangan bilang saya suruh bayar 100 ribu terus dapat buku voucher itu"
Mbak: *kaget* "Eh, iya Mas. Kok masnya tahu?"
Gue: "Udah sering dapat ginian"
Mbak: "Oh ya? Dimana mas?"
Gue: "Dimana-mana"
Mbak: "Mungkin masnya tertarik lagi untuk donasi?"
Gue: "Lain kali ya mbak, saya keburu-buru"

Akhirnya mbaknya pergi. Gue langsung nyalain motor.

Yang bikin gue kesel, gak ada selang 10 detik mbaknya pergi, datang satu lagi mas-mas ala mahasiswa nyamperin dan manggil gue.

Mas: "Halo, Mas, bisa.."
Gue: "Udah, tadi sama mbaknya" 

Gue gak bilang ngasih duit ke mbaknya, cuma bilang "Udah", terus masnya jawab

Mas: "Oh udah BELI di mbaknya? Yaudah, makasih ya mas"

Hah? Gak salah denger? BELI? Seriously? BELI?! Oh jadi ini tuh jualan? Bukan donasi?! Gue langsung ngacir dari parkiran sebelum didatengin lagi.




Mungkin setelah baca cerita diatas, beberapa dari kalian mikir 
"Lu kok jahat banget sih, Dit?"
"Pelit amat lu, Dit"
"Tinggal donasi aja apa susahnya sih?"
"Gak mau nyumbang buat orang yang butuh, Dit?"


Terus kenapa gue gak mau nyumbang (lagi) ke mereka? 
  1. Donasi kok dikasih nominal minimum? Seperti yang udah gue jelasin diatas, donasinya minimal 100 ribu. Yang namanya donasi bukannya semampunya kita ya?
  2. Promonya jualan voucher. Tiap kali mereka promo, selalu menekankan pada "Bisa dapet vocuher loh!"
  3. Event berbeda, sistem sama. Tiap kali gue didatengin selalu dengan case yang berbeda. Pertama tentang veteran, terus anak yatim, terus taman bacaan pelangi. Gue yakin mereka dari organisasi yang berbeda, tapi sistem cari sumbangannya kok sama?
  4. Gak tahu tempat. Gue disamperin di dalam Hypermart. Aneh aja sih nyamperin orang dan nawarin sumbangan di tempat gitu.
  5. Gak sopan. Kayak di kejadian ketiga yang gue ceritain, gue disamperin waktu udah pake helm dan mau cabut, tapi mbaknya tetep maksa, dan setelah mbaknya pergi ada lagi mas-mas yang nyamperin disaat gue udah nyalain motor.
  6. NODONG, kurang ajar. Di kejadian kedua, setelah masnya jelasin maksud dan tujuannya, masnya langsung nodong dengan bilang "Bisa dibantu, Mas, dengan nulis biodatanya di buku ini" yang seakan-akan maksa gue buat bayar tuh duit. Karena kalau gue nulis nama gue disitu, gue harus bayar 100 ribu. Harusnya kalau memang nawarin, tanya ke orangnya dulu dong "Apakah mas berminat untuk donasi?"
  7. Yang nawarin selalu ala-ala mahasiswa. Yang nyamperin gue selalu mas atau mbak yang pakaiannya ala-ala mahasiswa yang (maaf) agak necis. Mereka dapat komisi dari tiap "penjualan"?
  8. Charity atau jualan voucher? Seperti yang gue bilang di poin nomor 2 dan 3. Event mereka selalu berbeda tapi intinya tetep sama. Donasi 100 ribu untuk dapat voucher. Jadi ini nyumbang atau beli voucher? Plus di kejadian ketiga, masnya keceplosan bilang BELI.
Disini gue gak menyalahkan organisasinya ataupun bermaksud suudzon. Hanya saja kalau dipikir secara logika, kayak gak make sense gitu. 
Gue udah ngecek di internet dan emang organisasi kayak Taman Bacaan Pelangi dan yang bantuan kepada veteran itu emang ada. Yang gue benci itu sistemnya. Gue gak tahu itu yang koordinir siapa sampai semua charity dari organisasi yang berbeda tapi kok sistem jualan vouchernya sama. Kalau emang niat mau cari sumbangan, tinggal kasih nomor rekening organisasinya, terus biarkan mereka yang ingin donasi bisa mendonasikan semampu mereka. Gausah dibikin ribet.


Setelah gue searching di internet, ternyata praktek jualan voucher ini gak cuma terjadi di Jogja, udah banyak banget orang-orang BAIK yang niatnya emang mau NYUMBANG tapi ngerasa ditipu, berikut beberapa kisah mereka yang hampir sama dengan yang gue ceritain:

Nah buat kalian yang pernah ikutan nyumbang mungkin bisa berbagi pengalamannya juga disini atau nulis di blog kalian. Buat kalian yang belum pernah disamperin, hati-hati aja. Mereka agak maksa nawarinnya. Gue mending beliin takjil buat ibu-ibu yang ada di lampu merah daripada ngasih 100 ribu ke mas-mas dan mbak-mbak yang nipu gini.

Semoga kejadian ini gak menimpa ke kalian ya.


Buat yang nanya-nanya tentang template gue


Kalau blogger lain update posting tiap seminggu sekali, gue bisa setahun sekali. Yaaa maafkannn (maaf ke siapa juga gak ada yang baca), beberapa bulan terakhir gue sibuk banget di kampus. Gue ikut organisasi di jurusan gue yang emang banyak banget acaranya. Gue kemarin sempet ikut empat kepanitian yang berbeda di waktu yang berdekatan. Gimana ga pusing? Belum ditambah kuliah yang...ya gitu.

Anyway, karena sekarang gue udah selesai di semester ini, which means gue dalam masa liburan sampai awal Agustus. YEEAAAYYY....lama banget yak. Tapi gue ga mau ngabisin liburan kali ini dengan malas-malasan. Daripada gue gabut di rumah, mending gue nyari sesuatu buat dikerjain kan? Nah, gue denger beberapa temen gue ada yang lagi intern alias magang di sana, magang di sini, akhirnya terbesit di kepala gue, gue juga mau nyoba nyari tempat buat magang. Lumayan lah buat nambah ilmu dan pengalaman. 

Gue udah apply di beberapa tempat yang membuka program magang. Dimana aja? Nanti gue kasih tahu kalau udah keterima yaa :D doain aja keterima haha

Anyway, sebenarnya selama gue gak update di social media, gue nerima banyak pesan di email, Facebook, YouTube, yang nanya tentang template blog gue pake template apaan. Well, buat kalian yang penasaran, kalian bisa lihat di video gue di bawah ini


Sekian dulu yang bisa gue update kali ini, gue bakal ngepost lagi kalau gue udah keterima magang (kalau ga keterima juga update kok haha, tapi doain aja :) )


See ya!










apa yang kamu lakukan untuk ngisi liburanmu?

Taruh Aja di Awan!

Let me start this post with a story.

Dosen gue pernah cerita kalau dia punya temen yang raaajjiiinnn banget backup data yang ada di laptopnya ke hard disk eksternal. Tiap ada file atau dokumen baru di hari itu, malemnya langsung dia backup ke hard disknya, katanya sih biar ada backupnya kalau terjadi apa-apa sama laptopnya. 

Sayangnya, hard disk eksternal yang dia pakai buat backup data juga dia bawa kemana-mana di tasnya. And somehow, tasnya hilang diambil orang selesai seminar. Laptop + hard disk yang isinya backup data tadi hilang semua.

Ada lagi cerita mahasiswa yang pasang pengumuman kalau beberapa barang berharganya dicuri dari kamar kontrakannya. Dia merinci dengan detail barang apa aja yang hilang, mulai dari laptop, hp, flash drive, dan sebagainya. Ngenesnya, semua file tugas akhirnya alias skripsi yang lagi dia kerjain ada di dalam laptop dan flash drive yang dicuri. Sampai-sampai dia ikhlas kalau barangnya gak kembali asal yang nyuri mau balikin file skripsinya. Gue yang belum skripsi aja udah ngenes dengernya.

Dari dua cerita tadi gue mau sharing ke kalian salah satu alternatif backup data biar kalau apa-apa terjadi, dokumen penting itu gak ikutan hilang. Nah, disini gue mau sedikit ngomongin tentang cloud storage.

Mungkin beberapa dari kalian udah sering banget dengar atau bahkan udah pakai metode ini untuk backup data kalian. Buat kalian yang belum tahu, cloud storage itu semacam kita taruh dokumen penting kita di "awan", jadi dimanapun kita berada, kita masih bisa akses dokumen kita dengan device apapun karena konsepnya awan itu ada dimana-mana. Tapi bukan berarti komputernya ada di awan ya. Bukan.

Sebenarnya kita cuma upload dokumen kita ke server. Dan tentu servernya masih di tanah, gak di awan, cuma ya karena fleksibilitas alias gampang diakses dimana-mana makanya disebut cloud storage.

Nah caranya ini berguna banget terutama buat kamu para mahasiswa yang biasanya punya banya file penting kayak presentasi, makalah, atau skripsi. Kamu bisa akses file pentingmu, dimanapun kamu berada, entah itu dengan laptop, tablet, atau smartphone. Kenapa berguna? Karena file penting yang kita upload aman tersimpan di server penyedia, yang artinya ketika terjadi apa-apa pada laptop (hilang atau rusak), file tadi gak ikutan lenyap.

Terus cara pakai cloud storage gimana sih?

Sekarang banyak banget penyedia cloud storage. Mulai dari Google Drive, Dropbox, Owncloud, Onedrive, iCloud, dan masih banyak lagi penyedia jasa ini. Disini gue bakal sharing dikit pengalaman gue pakai Google Drive dan Dropbox.

Google Drive
Kayaknya ini cloud storage yang paling popular secara ini buatan Google dan terintegrasi sama produk-produk Google yang lain. Selain buat nyimpen data, kamu juga bisa ngedit atau bikin dokumen macam word, excel, powerpoint langsung di drivenya. Untuk yang free, kamu bisa dapat 15 Gb buat naruh file penting kamu, entah dokumen, foto, atau video. Tapi, kalau kamu mahasiswa, dan universitasmu tergabung dalam layanan Google, kamu bisa dapat UNLIMITED storage! Contohnya, kalau kamu mahasiswa UGM dan login pakai email UGM, Google Drive kamu unlimited. Keren kan?


Dropbox
Ini layanan cloud storage pertama yang gue pakai. Tampilannya simple, tapi fungsionalitasnya banyak. Emang sih, pertama kali daftar cuma dikasih 2 Gb storage, tapi setiap kamu invite temen buat pakai Dropbox, kamu bisa dapat tambahan 500 Mb/temen-yang-join-Dropbox-gegara-kamu-invite.
Sama kayak Google Drive, Dropbox juga punya Dropbox Campus yang bisa ngasih kamu tambahan 25 Gb untuk 2 tahun. Kalau cuma buat backup dokumen sih itu udah lebih dari cukup.

Masih banyak lagi layanan cloud storage yang bisa kamu pakai, buat nyelamatain data kamu yang penting. Oh iya, bagusnya, kamu bisa share file kamu ke orang yang kamu mau tanpa harus ketemua orangya, tinggal share alamat email aja.

Dari sekian banyak kelebihan cloud storage ketimbang hard disk eksternal, apakah artinya nyimpan file di awan lebih baik?

Hmm...enggak juga sih. Contohnya, penyedia layanan awan ini biasanya ngasih kuota yang lumayan sedikit. apalagi Dropbox yang cuma 2 Gb, kalau file pentingmu lebih dari 2 Gb kan susah. Padahal har disk eksternal aja ada yang udah sampai 4 TB.

Teknologi ini juga bisa ngabisin kuota internetmu, apalagi kalau yang kamu upload itu file video dan pingin kamu tonton secara langsung, boros kuota banget.

Karena sistemnya pakai server penyedia, artinya kita tetap butuh koneksi internet buat akses ke filenya dan buat sync

Sayangnya, orang Indonesia yang pakai teknologi ini masih jarang. Banyak sih faktornya, mulai dari gak tahu apa itu cloud storage, ada yang malas upload juga karena rata-rata persentase kecepatan download dan upload di Indonesia itu 3 banding 1. Jadinya kalau upload lebih lama. Dan masih banyak alasan lainnya.

Disini, gue cuma mau ngasih alternatif buat kamu-kamu backup data lebih aman biar gak panik kalau ada kenapa-kenapa sama perangkat kamu dan gak ngulangi dua kejadian di atas.


Well, semoga artikelnya membantu yaa. Gue mau upload tugas dulu. Bye!
















sudah backup data pentingmu hari ini? :)

Cara Ngawur Nebak Anon Ask.fm


Ask.fm sekarang jadi social media yang lagi booming di kalangan remaja. Gimana engga, disana kalian bisa tanya-tanya apa aja ke orang yang punya akun juga. Dan salah satu fiturnya adalah pertanyaan anonim, kita bisa nanya ke orang tanpa ada nama akun kita disana, atau sering kita kenal dengan anon (kependekan dari anonymous).

Nah, Bagi kalian yang punya akun ask.fm dan pernah dapat pertanyaan dari anon, pernah gak sih kalian itu penasaran siapa sebenernya orang yang nanya itu? Apalagi kalo dia nanyanya aneh-aneh, misal: Kak, kalo eek cebok gak? atau Kak, lagi ngupil pake tangan apa?. Nah yang nanyanya kayak gitu, gue kadang suka penasaran sama orangnya......dan pingin nabok.

Dan akhirnya gue mencoba memulai penelitian asal-asal ala gue kayak yang pernah gue lakukan di Cara Nebak Orang yang Suka Stalking. Meneliti siapa kira-kira anon yang ask ke ask.fm gue. Dan hasilnya gue jadiin ke beberapa poin biar lebih jelas. By the way, cara ini cuma buat kalian-kalian yang bukan selebask yaa (gue juga ehehe), kalo udah selebask mah susah, anonnya banyak bets.

Oke jadi gini cara nebak anon ask.fm:

 1. Pertanyaan survey 
Biasanya, anon suka bikin pertanyaan survey. Pertanyaan yang sama yang dia ajukan ke beberapa orang yang dia kenal. Nah dengan cara ini kamu tinggal lihat timeline askmu. Lihat temen/orang yang dapet pertanyaan yang sama kayak kamu. Misal temenmu A dapet pertanyaan itu, temen B dan temen C juga dapet. Dan kamu tahu kalau temen A,B, dan C deket sama temen D, dan kebetulan kamu juga kenal sama temen D (temen D ini gak dapet pertanyaan survey). Nah, temenmu yang D ini bisa jadi anonnya.

 2. Likers pertama  
Ini gak 100% bener (ya namanya juga nebak), tapi biasanya ketika ada pertanyaan dari anon dan kamu jawab, orang pertama yang nge-like jawaban kamu bisa jadi adalah anonnya. Karena kalau di logika, ketika kamu jawab pertanyaan dia, notifikasi answer bakal muncul di hapenya dan dia adalah orang pertama yang baca jawabanmu. Hayo tukang like answer-an :v

 3. MANTAN 
Kalo anonnya suka nanya-nanya tentang mantan atau hubungan kamu sekarang, atau kepo-kepo keadaan kamu dengan pacar barumu. Akun mantan bisa jadi tersangka pertama.

Mungkin itu aja cara yang bisa gue kasih buat nebak siapa kira-kira anon yang ask kamu. Jelas banget ini tips ngawur parah :v tapi ya namanya usaha buat nebak yaa ehehe :D
Di post selanjutnya gue bakal bahas gimana caranya bedain pertanyaan dari anon asli atau self ask. Stay tuned yaaa!

By the way, buat kamu yang punya akun ask.fm, feel free to ask me anything at ask.fm/raditiamadya :)



See ya :))










Kira-kira siapa anon ask.fm-mu? :)

Welcome Back!



Finally!! setelah sekian lama gue gak buka dan update blog (walaupun gue tau gak ada yang nungguin postingan gue) gue bisa update blog lagi. Kok lama banget updatenya? Well, sebenernya gue selain gak ada bahan yang bisa gue jadiin postingan, juga gue agak sibuk (agak, biar terkesan gak sok sibuk). Beberapa diantaranya adalah ospek.

Kalo kalian udah pernah baca beberapa posting gue yang dulu-dulu, gue pernah bilang bahwa gue udah kuliah. Yap! Gue udah kuliah sejak setahun lalu di salah satu universitas swasta di Jogja. Tapi tahun ini gue dapet kesempatan untuk melanjutkan studi di universitas yang udah gue dambakan sejak 5 tahun yang lalu :))

Jadiii mau gak mau gue harus ikut ospek lagi. Nah, karena info-info dari universitas datang sebelum lebaran, gue harus tiap hari ngecekin web univ biar gak ketinggalan berita. Ditambah, tugas ospek muncul pas ketika lebaran. Akhirnya selama sebulan kemarin sampai sekarang, gue ngerjain tugas-tugas dari mereka baik dari univ maupun dari fakultas.

Setelah selesai ospek, ada lagi kegiatan yang diadain oleh prodi, makrab. Kalo kata orang sih, makrab itu kayak ospek yang sebenernya. Ketika senior gak boleh bentak-bentak waktu "ospek resmi", maka di makrab itulah dia akan beraksi. Tapi di jurusan gue alhamdulillah gak sampe kayak gitu, isinya senang-senang, makan, tidur, ulangi. Rahatnya malah lebih terasa.

Selain itu, gue juga sedang berusaha beradaptasi kembali dengan lingkungan yang baru, karena gue akui mulai dari kurikulum, cara dosen ngajar, administrasi, beda banget sama waktu gue gue masih di univ swasta. So I'm still trying to get used to it. Daaan seminggu lagi gue bakal ngadepin UTS gue yang pertama di tempat baru ini. Semoga hasilnya seperti yang gue harapkan.

By the way, ini gue jadi kudet banget, gue baru tau kalo domain blogspot.com untuk wilayah Indonesia udah berubah jadi blogspot.co.id! Waahh kerenn!! Saking lamanya gue gak buka blog jadi ketinggalan gini haha :v

Itu dulu yang bisa gue update, semoga besok atau lusa gue bisa update post lagi, mengisi kekosongan blog, tapi tetep...gak sekosong hatimu, Mblo.



See ya! :))

Tipe-Tipe Orang di Grup Chat


Sekarang jaman udah beda. Waktu pertama kali gue punya hape, tarif per sms itu masih murah banget, gak ada 70 rupiah/sms kalau gak salah, karena waktu itu masih jarang banget hape yang gampang terkoneksi internet, plus belum ada juga paket internet. Sekarang tarif sms makin mahal, dan paket data internet semakin murah, karena orang udah pindah "haluan" dari sms ke aplikasi chatting yang sudah dari beberapa tahun lalu jadi trend. Selain responnya lebih cepat dari sms, fitur yang ditawarkan pun juga lebih banyak kayak stiker-stiker unik.

Eh, kok jadi bahas gini.

Anyway, karena semakin marak orang yang pake aplikasi chatting untuk tetep keep in close dengan teman, saudara, dan keluarga, tentunya semakin banyak juga orang yang buat grup-grup di aplikasi chatting. Mulai dari grup yang sifatnya general banget, misal 'Grup Angkatan 2014' sampai ke grup yang sifatnya spesifik banget, misal 'Grup Angkatan 2014 Kelas XII IPA 6 yang suka nongkrong di deket kamar mandi selatan dan tiap istirahat cuma beli gorengan'. Well, beberapa dari grup yang dibuat ada yang emang rame banget, ada juga yang sepi banget karena terlalu spesifiknya nama grup, jadi gak tau mau chat apa.

Eh, kok jadi bahas gini.

Anyway, gak semua anggota di grup itu orang yang nyenengin, berikut beberapa tipe orang yang ada di grup chat:

 1. The Normal Guy 
Ini adalah tipe orang yang menggunakan grup sebagaimana mestinya, misal di grup kelas, dia adalah orang yang suka nyapa temennya, ngobrol, nanya PR, atau nge-share hasil PRnya ke grup biar bisa dicontek temen-temennya.

 2. Silent Reader 
Apapun jenis grupnya, orang dengan tipe ini selalu saja ada. Tipe ini adalah orang yang join di grup tertentu, tapi ketika grup lagi ada obrolan, dia cuma baca aja, gak ikut nimbrung, gak ikut chatting. Kadang tipe kayak gini bikin sebel, apalagi pas grup lagi ngadain voting - macam golput dia. Dan tipe ini yang suka bikin rencana ketemuan, reunian, jadi gagal.
Hei guys! Kangen nih! Hari Sabtu ketemuan yok!
read by 104. 

 3. The 'Grup Chat jadi Personal Chat' Guy 
Tipe orang kayak gini ada di beberapa grup chat yang gue ikuti. Biasanya tipe ini dilakuin sama dua orang. Tipe ini bener-bener annoying. Serasa dunia milik berdua. Gimana Enggak? Notifikasi chat jadi ratusan, pas dicek, ternyata lagi ada dua orang ngbrol gak jelas di grup yang notabene cuma mereka yang paham apa yang lagi diobrolin. Hello! Ada fitur personal chat keleus! (gue ngetik keleus udah bener kan? Kan?). 

A: Ada yang udah ngerjain no 6?
B: Belum nih, masih bingung
B: Eh gimana kabar crush lo?
A: Aduh gimana yaa...dianya cuek gitu deh
B: Lo pake saran gue deh, gini...
A: Bla...bla...bla...
B: Bla...bla...bla..
A: *stiker nangis*
B: *stiker nangis*
A: *stiker nangis*
B: *stiker nangis*
A: *stiker nangis*
B: *stiker nangis*
A: *stiker nangis*
B: *stiker nangis*

Tukang menuhin notif.

 4. The Advertiser 
Tipe ini hampir sama kayak Silent Reader. Cuma nge-read dan gak pernah ikut nimbrung. Bedanya, dia bakal muncul cuma buat promo sesuatu. Misal, di sekolahnya/kampusnya ngadain event, atau dia lagi jualan sesuatu, NAH! disaat itulah dia bakal muncul!
Gue agak sebel sama orang yang kayak gini, kesannya kayak nyepelein fungsi grup dan nganggap grup cuma tempat buat nitip sesuatu.

 5. The 'Salah Grup' Guy 
Gue sebenernya kasian sama orang yang sering kayak gini, cuma kalau keseringan kadang bikin dongkol juga. Tipe ini suka salah masukin chat di grup. Misal, dia nanya PR tapi malah ke send ke grup renangnya dia. Kan anggota yang grup jadi ngecek hape pake tatapan 'lu-lagi-mabok-ya?'.
Itu belum apa-apa sih, yang parah kalau kayak gini:

Dosen Pembimbing: Besok laporan bab penelitian sudah harus ada datanya dan diserahkan ke saya, saya ada di jam 2 sore sampai jam 3.
A: Siap laksanakan pak!
B: Iya, terima kasih pak
C: Iyaa, aku gakbakal ninggalin kamu kok. Love youuu :*
read by 4.
C: Yaampun! Salah ngechat!! Maaf! Maaf Maaf! :(
C: *stiker nangis*
C: *stiker nangis*
C: *stiker nangis*


C left the group.


Well, karena pas gue ngetik ini udah malem banget, gue pamit tidur dulu sebelum gue makin ngelatur ngetiknya. By the way, gue abis dari bioskop sama temen-temen nonton Pitch Perfect 2, filmnya bagus dan kocak banget! Cocok buat kamu yang suka musik :)

Okay, bye! :)



kamu termasuk tipe yang mana? :)