Header Gue Dicuri! [UPDATE]


Disaat gue lagi mager-magernya karena masih dalam masa liburan, tiba-tiba hape gue berdering. Ada pesan masuk. Kirain dari doi, ternyata dari mas-mas yang ngirim pesan ke akun twitter gue. Beberapa bulan ini gue emang jarang banget update blog, karena beberapa bulan ini gue juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan gue sebagai mahasiswa. Dan akhirnya gue bisa meluangkan waktu update blog ini lagi.

Gue menyempatkan membuka fanpage blog gue di Facebook dan pesan twitter gue. Alhamdulillah, walaupun blog ini terbilang masih kecil, udah lumayan banyak orang-orang yang ngirimin gue pesan, baik lewat Facebook maupun Twitter. Isinya beragam, ada yang nanya saran blog, ada yang minta tutorial, ada yang nanya jual cilok dimana...macam-macam deh pokoknya. Gue pastinya jawab satu-satu orang yang ngirimin gue pesan.

Akhirnya gue buka pesan yang dikirim mas-mas tadi ke akun twitter gue. Intinya sih dia kepengen blognya desainnya kaya punya gue.

FYI, karena banyak banget yang nanya soal template, silakan cari di Google! Ini emang jawaban basi, tapi emang gitu cara gue dapet template yang gue suka. Browsing di internet. Kalau udah dapet template yang disuka, tinggal edit bagian-bagiannya. Cara ngeditnya? Nih udah gue kasih tutorialnya di sini 

Lanjut, gue sebenernya pingin reply pesannya mas yang tadi, tapi iseng-iseng lihat blognya dulu hehe

Pas gue lihat...

Loh...

Kok..

Persis...

Gue kaget. Kaget banget. Desain blog gue ada di blognya, dengan nama dan logo yang udah diganti. Agak kesel. Gue akhirnya reply pesan ke yang bersangkutan buat nanyain kenapa header gue diambil dan diganti?

UPDATE: yang bersangkutan udah ganti headernya. Jadi udah clear.

Karena kejadian ini, akhirnya gue iseng pake Google Image buat nyari, ada lagi gak yang nyuri desain gue buat dipakai? Gue input header asli gue, terus search. Nanti kalau ada kecocokan dengan warna dan bentuknya, Google bakal ngasih hasilnya. Ternyata ada lagi yang ngambil desain gue, diedit, terus diklamin punya dia.

Jujur, gue sedih dan kesel banget. Gue ngebangun blog ini dari nol. Dari blog yang kosongan, sampe yang sekarang. Nyari template kesana kesini, (berusaha) ngedesain sampe akhirnya minta tolong temen buat bikinin. Karena gue mau, blog ini beda dari blog-blog yang lainnya. Ini ciri khas blog gue. Tapi gue sedih, karena gue yang udah capek-capek, ternyata asal dipake sama orang lain yang ga punya etika.
Lebih sedihnya lagi, header gue ga cuma dicuri sama satu orang. Ada beberapa orang yang gue cari nyomot header gue dengan seenaknya. Bahkan, sampai semua desain gue ditiru...



Kalau kaya gini kan jadinya blog gue udah gak lagi beda dari blog yang lain :(

FYI, header yang gue pake di blog ini adalah hasil bikinan temen gue, bukan gue yang bikin. Waktu awal punya blog ini, gue sendiri yang bikin, cuma dirasa kurang, jadinya gue minta tolong temen gue buat bikin desain headernya. Gue bahkan masih nyimpen e-mail yang dia kirimin ke gue buat ngasih desainnya
abaikan subject huehuehue


Untuk ngehargain temen gue karena udah bikinin, gue bikin post di sini http://www.raditiamadya.com/2015/01/new-header.html. Tiap kali ada orang yang nanya soal desain blog gue, gue selalu nyaranin buat kontak temen gue itu.

Well, ternyata ada beberapa orang yang gak tahu jerih payah. Karena bagi sebagian orang tersebut, hal ini sepele. It's like you have done something so seriously, then someone take it and says "it's mine"

Gue sebenernya senang, banyak orang nanya tentang desain blog gue, artinya desainnya bagus walaupun isinya engga hehe...Tapi masa iya, dateng ke blog orang terus karena desainnya bagus, akhirnya kamu nyomot desainnya, terus diedit-edit biar keliatan kamu yang bikin. Beretika? Gue mau protes pun paling juga cuma diread kaya gebetan yang jarang ngasih kabar.

Gue cuma bisa berpesan ke temen-temen semua. Hargai setiap ide/karya milik orang. Kalau memang dirasa kurang dalam hal ini, desain, silakan cari tutorial, Google Youtube, dll, udah ngasih banyak tutorial. Atau minta temen yang emang jago buat ngedesainin, kayak gue minta tolong temen gue. Jangan asal ambil punya orang lalu diklaim jadi milikmu. Seenggaknya, kalau mau ambil punya orang, izin dulu, lalu jangan lupa kasih sitasi/credit ke yang punya. Pasti pernah diajarin cara ngasih sitasi di sekolah kan. 
Header gue didesain sama temen gue, sebagai balasan, gue bikinin dia post + nyaranin orang-orang buat kontak dia kalau mau didesainin juga. Itu credit gue buat temen gue sebagai tanda terima kasih. Nah kalau asal nyomot header? Boro-boro terima kasih, izin aja engga kan :))

Semoga aja yang nyomot header blog ini bisa nyadar ya :))


Kalau mau nyari/nyomot gambar-gambar buat diedit, silakan ke freepik.com, kalau disana mah mau ambil gambar terserah. Namanya juga free pic/ free pick.

[UPDATE]
Gue kira udah habis yang pada nyolongin header gue, ternyata masih ada. Padahal salah satunya udah mahasiswa kaya gue.




ada yang pernah ngalamin?

Data Personalisasi: Mereka Tahu yang Kamu Mau

Pernah ga sih ketika kamu lagi buka Facebook, atau bukan website yang yang ada iklannya, dan iklan yang muncul pasti match sama hal yang kamu suka/hal yang baru aja kamu cari? Pernah ga kamu mikir, kok bisa sih iklannya pasti pas terus sama "aku"? Kok bisa si mereka, siapapun itu, bisa tahu hal-hal yang sering aku cari?

Contohnya, gue baru aja searching model-model jam tangan di suatu website. Gue bolak-balik klik sana, klik sini, klik model jam  tangan yang menurut gue cocok kalo gue pake. Seperti alasan mahasiswa pada umumnya (baca: ga ada duit), akhirnya gue close webistenya terus ganti ke Facebook. Tiba-tiba iklan yang ada di Facebook gue adalah iklan dari website jam tangan yang baru gue visit. Terus gue iseng-iseng buka blog ini secara di blog ini juga ada iklannya, dan seperti yang gue duga, semua iklannya jadi iklan jam tangan dari website tadi, model-modelnya pun sama kayak yang gue search tadi.

Pernah kepikiran kenapa bisa?








Sebagai orang yang sedang menggeluti kuliah di bidang teknologi, gue merasa gagal. Bukan. Bukan gara-gara IP gue pas-pasan, tapi gue baru paham gimana caranya tuh iklan-iklan bisa selalu pas sama yang gue cari. Gue juga taunya baru kemarin sore sih. Jadinya yaaa gitu..

Terus kenapa mereka bisa tau apa yang kamu cari?

Well, jawabannya adalah mereka tau dari DATA.

Data? Kok data? Data apa?

Nah, seiring berkembangnya teknologi, tentunya jumlah data digital meningkat pesat juga, dong. Data bisa berupa apa aja, layaknya sebuah database. Bertahun-tahun kumpulan data itu hanya "ada" saja, tapi tidak dimanfaatkan. Seperti tumpukan kertas di meja, semakin lama semakin banyak, tetapi hanya menumpuk saja. Akhirnya data-data tersebut digunakan oleh beberapa perusahaan untuk menambah experience usernya. Salah satu contohnya ya soal iklan tadi. Hal-hal yang kamu cari di internet, terutama yang berhubungan dengan e-commerce akan direkap dan dijadikan data mereka, lalu dari data tersebut, mereka menggunakannya untuk memunculkan iklan barang/hal yang kamu cari di setiap website yang kamu kunjungi.

Contoh lain adalah, buat kamu yang pakai aplikasi Spotify. Biasanya secara otomatis mereka akan membuatkan kamu sebuah playlist yang berisi genre-genre musik kesukaanmu. Kira-kira gimana mereka bisa tau? Ya tentunya dengan merekam kebiasaanmu ketika lagi dengerin lagu pakai Spotify, genre apa yang sering kamu dengar, dan kemudian mereka menggunakan data itu untuk bikinin kamu playlist yang sesuai dengan genre musik yang sering kamu dengar.

Inilah yang biasanya disebut data personalisasi. Mereka mengumpulkan data dari kebiasaan kita di internet.

Yang lebih unik lagi, data personalisasi ini juga digunakan dalam dunia olahraga! Bayangkan kita bisa mengefektifkan suatu tim olahraga dengan melihat dari kebiasaan mereka. Misal sepakbola, kebiasaan pemain A dalam menendang, mengoper, jaga posisi, jika dipadukan dengan kebiasaan pemain B, apakah bisa menghasilkan suatu tim sepakbola yang efektif? Tentunya kita bisa memprediksinya dengan melihat dari data kebiasaan masing-masing pemain. Menarik kan? :)

Sebenarnya ini cara yang sungguh pintar, karena dengan ini, audience mereka jadi lebih bisa tertarget karena iklan yang dimunculkan selalu sesuai dengan kebiasaan mereka atau hal yang mereka cari. Dan mereka bisa memberikan kita experience yang lebih dengan melihat dari data kebiasaan kita.

Abandoned.



Ketika gue hendak menulis posting ini, gue juga berpikir untuk apa masih menulis? Karena toh semua orang sudah tidak lagi membuka atau membaca blog lagi - kecuali ada tugas kuliah yang perlu searching. Ketika gue menulis posting ini juga gue sebenernya gak tau apa yang harus gue tulis disini. Karena toh emang lagi gak ada yang perlu ditulis, atau sebenarnya banyak yang perlu ditulis tetapi gue sedang tidak mood untuk melanjutkan yang pada akhirnya gue beralih ke kesibukan lain selain mengurusi blog ini. 

Terlalu kasian melihat blog ini yang tidak pernah rutin update kembali, akhirnya gue mencoba untuk memaksakan diri --menulis sedikit demi sedikit walaupun memang tidak ada bahasan khusus dalam posting ini. Berharap siapa tau ada orang yang dalam kondisi yang sama kayak gue (males, mager, bosan) nyasar ke blog ini untuk sekedar menyibukkan diri. Hey kamu! High five dulu! *tos*

Gue akhirnya mikir, kira-kira apa ya yang bikin gue jadi males ngeblog lagi? Mungkin karena sibuk? Atau mungkin karena gue tau, apapun yang gue posting, bakal jarang ada orang yang baca. Walaupun orang sering bilang "Nulis karena pingin nulis, bukan karena pingin dibaca". Pada prakteknya kita nulis untuk dibaca kan? Pada akhirnya kita nulis untuk mendapat share, like, followers, dan sebagainya. Tidak beda dengan social media.

Oh ya! Social Media! Gue lupa kalo blog adalah salah satu social media zaman dulu. Zaman dimana Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dkk belum ada. Orang-orang mengutarakan semua pikirannya lewat blog. Tapi, ketika semua media lain itu muncul, orang-orang kini memilih berpindah ke platform yang "lebih baru".

Hmmm...mungkin itu salah satu alasannya. Social media.

Kalau kita melihat perkembangan sekarang, Youtube sepertinya menjadi raja. Semua orang yang dulunya menulis, kini berpindah platform menjadi vlogging atau video blogging. Memang sih, sepertinya lebih asik dan seru mengemukakan pikiran kita dengan video. Seperti pepatah "one visual worth thousand words". Belum lagi dengan video yang bisa diedit dengan berbagai hal yang bisa menambah keseruan. Viewers juga lebih menyukai konten visual kan? Bikin video di Youtube juga selain bisa menjadi media kita untuk mengemukakan pikiran, juga bisa sebagai ladang kita mencari penghasilan. Tak heran kini vlogger mulai menjamur.

Gue juga melihat teman-teman gue yang dulunya menulis, akhirnya berpindah ke platform tersebut atau bahkan vakum dan hanya menjadi penikmat platform visual tersebut.

Dan pada akhirnya, hanya segelintir orang yang masih menulis. Pada akhirnya blog-blog lawas tak terurus menjadi usang --menjadi ditinggalkan. 



apakah kamu masih menulis di blog?

The New Macbook Pro: Inovasi atau Cuma Gimmick?

Sungguh. Gue jarang banget update blog bukan karena malas (well, dikit sih hehe) Tapi lebih karena gue bener-bener sibuk. Buat kamu-amu yangudah kuliah pasti ngerasain rasanya sibuk kuliah, apalagi kalau masuk suatu organisasi, Beuh! Waktu tidurmu bakal berkurang banyak.

Anyway, gue kemarin buka websitenya Apple dan ternyata mereka bakal ngadain event yang rumornya bakal rilis MacBook Pro seri terbaru. Kabar-kabar tentang spesifikasi dan desain mulai bermunculan di blog-blog teknologi. Akhirnya gue save tanggal eventnya, niatnya sih siap-siap nonton live pas hari-H


EH TERNYATA GUE KETIDURAN -____-

Padahal udah pasang reminder biar bisa nonton, tapi karena emang kecapekan, jadinya ketiduran. Alhasil, paginya gue cek Google dan YouTube, semua orang update tentang rilisnya MacBook Pro terbaru. Akhirnya sumber info gue tentang update tersebut ya dari Google dan YouTube. Gue juga ngecek beberapa hal ke websitenya Apple.

Oke jadi ini pendapat gue.

MacBook Pro itu sendiri, terutama yang retina display udah dirilis sejak tahun 2012 silam, which means udah 4 tahun yang lalu. Nah, sejak saat itu, belum ada lagi update yang signifikan dari MacBook Pro (paling nambah Force Touch di MacBook Pro keluaran 2015). I mean, sejak saat itu, tidak ada hal yang baru dari MacBook Pro. Malahan Apple nge-update MacBook yang kecil itu. Akhirnya, Apple update seri MacBook Pro ke yang terbaru. Sejauh yang gue lihat saat ini, perubahan yang paling signifikan adalah munculnya Touch Bar pada keyboardnya. Sebenernya rumor ini emang udah beredar lama kalau bakal ada update ini di seri MacBook terbaru.

So, here it is the MacBook Pro
Untuk spesifikasinya, tidak terlalu banyak berbeda dengan yang sebelumnya, mungkin untuk tech specs-nya bisa dilihat disini

Di post kali ini gue lebih fokus kepada inovasi Touch Bar yang mereka hadirkan. Melihat update ini, gue jadi keinget sama apa yang pernah Steve Jobs bilang waktu dia merilis iPhone generasi pertama. Dia bilang kayak gini:
...and they all have these control buttons that are fixed in plastic and are the same for every applications. Well, every application wants slightly different user interface, a slightly optimized set of buttons. 
Salah satu alasan kenapa bentuk iPhone generasi pertama seperti itu adalah, karena Steve Jobs ngerasa kalau tombol-tombol plastik tidak berguna. Kenapa? Karena tombol itu ada entah kita lagi butuh tombol itu atau engga. Padahal, setiap aplikasi butuh tombol atau fungsinya masing-masing.

Nah! Uniknya, hal ini juga terjadi di laptop yang kita pegang sehari-hari, kalau kita lihat di keyboard laptop kita, pastinya di bagian atas ada tombol function atau yang yang lebih kita kenal dengan Fn keys (F1 - F12). Setiap Fn keys punya fungsinya masing-masing. Masalahnya adalah, karena itu juga termasuk dalam tombol fixed, which means they will still there whether u need it or not, you can't change it, karena emang dari pabrikannya kayak gitu kan?

Dengan tergantikannya Fn keys dengan Touch Bar yang Apple berikan, hal ini mengikuti apa yang pernah Steve Jobs bilang, dan menurut gue ini adalah perubahan yang bagus, karena pastinya setiap aplikasi butuh "Fn keys"-nya masing-masing. Walaupun cara Touch bar ini sebenarnya udah pernah dipakai di laptop Razer Blade generasi pertama, tapi bagi gue, inovasi ngubah Fn keys ke Touch bar adalah inovasi yang bagus. So, changing this line of Fn keys with a touch bar that follows the behavior of the applications is a really good update. It may changes the way people interact with their laptops.

Untuk lebih detailnya mengenai perubahan di MacBook Pro terbaru ini, mungkin kalian bisa nonton cuplikan videonya dibawah ini:










Bagaimana menurutmu tentang MacBook Pro terbaru ini? :)

Facebook dan Algoritma 'EdgeRank'

Dari dulu gue kira kalau newsfeed yang muncul di timeline Facebook adalah hasil sorting yang udah diurutkan berdasarkan waktunya atau date added. Artinya semakin baru posting yang kita share di Facebook, makan posting kita akan ada di awal timeline kita dan teman-teman kita.

Ternyata, Facebook gak pakai algoritma sesederhana itu. Bayangin aja kalau teman Facebook kita ada ratusan atau bahkan ribuan (jaman awal-awal punya Facebook suka banggain kalau jumlah temannya banyak - sampai dibikin akun part 1, part 2), pasti timeline kita penuh banget dengam postingan mereka, malahan postingan teman dekat kita bisa aja gak keliatan di timeline kita karena 'tenggelam'. Walaupun emang orang-orang lebih suka dengan metode ini karena lebih sederhana dan mereka bisa melihat semua postingan teman mereka, regardless they care or not.

Jadi, kalau kalian buka Facebook dan postingan teman kalian ada yang gak muncul di timeline kalian, itu wajar, karena Facebook menggunakan suatu algoritma yang mereka sebut dengan EdgeRank.

Di posting kali ini gue bakal bahas sedikit apa itu EdgeRank, jadi kalian tahu kemana 'hilang'nya postingan beberapa teman kalian hehe

Apa itu EdgeRank?
EdgeRank adalah algoritma buatan Facebook yang fungsinya nentuin postingan apa yang bakal muncul di timeline masing-masing usernya. Nah setiap kegiatan yang teman-temanmu lakuin di Facebook, punya potensi buat muncul di timelinemu. Kegiatan yang dimaksud disini misal update status, komen di posting orang, ngetag, share foto, dan lain-lain. Nah, setiap kegiatan-kegiatan itu namanya Edge. Dengan algoritma EdgeRank, Facebook nentuin seberapa menarik sih setiap edge yang teman kalian bikin? Artinya kalau misal kamu bikin posting yang biasa-biasa aja atau boring, ya gak bakal muncul di timeline teman kalian.

Nah, tiap edge dari teman kalian ini bakal disorting berdasarkan how interesting the stories are, semakin menarik, semakin postingan itu muncul di timeline kalian. Makanya nama algoritma ini adalah EdgeRank. It only shows the top-ranked stories to the user. Jadi kalau kalian gak lihat postingan beberapa teman kalian, mungkin postingan mereka dianggap kurang menarik oleh algoritma ini. Makanya, kalau bikin posting jangan curhat mulu hahaha

Terus gimana biar update status kita muncul di timeline teman? :(

Nah, Facebook udah kasih sedikit bocoran apa aja yang jadi pertimbangan algoritmanya:
  1. Affinity score
  2. Edge weight
  3. Time decay
Oke kita lihat satu-satu.

Affinity Score

Kalau kita lihat KBBI, afinitas berarti ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan. Afinitas di algoritma ini nentuin seberapa 'connected' sih kamu dengan edge (posting, comment, share) yang dibuat oleh temanmu?
Contohnya, kamu punya teman di Facebook. Kamu sering kirim-kirim pesan atau ngetik di timeline dia, terus kalian juga punya (misal) 50 teman bersama. Artinya, kamu dan temanmu ini punya affinity score yang tinggi. Facebook bakal mikir kalau kamu bakal pingin ada status update temanmu ini muncul di timelinemu.

Facebook nentuin affinity score dari beberapa hal:

  1. The strength of the action
  2. How close the person who took the action was to you
  3. How long ago they took the action
Action disini termasuk nge-klik, nge-like, komen, nge-share, nge-tag, dan lain-lain yang tentunya punya bobotnya sendiri-sendiri yang tergantung dari besarnya usaha yang dilakukan. Misal, kasih komentar ke posting temen bobotnya lebih gede daripada cuma nge-like. Dan ngelike bobotnya lebih gede daripada cuma nge-klik.

Edge Weight

Di awal tadi udah dibahas apa itu edge. Edge bisa dikatakan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan di Facebook, bisa itu bikin postingan, nge-like status orang, nge-share postingan orang, nge-tag temanmu di foto dan lain-lain. Tiap edge bakal punya bobotnya masing-masing dilihat dari seberapa menariknya edge yang dibuat. Contoh, nge-share foto atau video lebih menarik daripada nge-share link kan? Artinya bobot nge-share foto/video lebih gede ketimbang cuma nge-share link.

Time Decay

Faktor terakhir adalah waktu. Semakin 'tua' edge yang dibikin di Facebook, edge tersebut semakin kehilangan poin secara Facebook anggap itu old news. Jadi, postingan-postingan yang muncul di timelinemu itu postingan yang punya skor tinggi dalam EdgeRank dan di waktu yang paling baru/latest news.


Nah, sekarang udah tahu kan kenapa gak semua postingan temanmu muncul di Facebook? Memang algoritma ini gak begitu disukai oleh beberapa orang karena kita belum tentu bisa lihat kabar terbaru dari teman kita. Dan kayaknya algoritma ini juga dipakai di Instagram (secara Instagram juga punyanya Facebook), kadang kita gak lihat beberapa foto yang teman kita share di timeline.

Kalau kalian pingin lebih tahu how EdgeRank works, kalian bisa kunjungi web http://edgerank.net



See ya! :)

Charity Abal-abal dan Imbalan Voucher


Mas, bisa minta waktunya 2 menit aja?
Buat kalian yang tinggal di sekitaran Jogja pasti ga asing dengar kalimat itu. Kalimat ala-ala dari sales yang mau nawarin sesuatu. Kalau nawarinnya produk sih ga masalah, emang harus ada salesnya. Nah, kalau nawarinnya voucher tapi berkedok nawarin donasi/charity? Menurut kalian pantas gak?

Oke, disini gue gak lagi promosi apa-apa. Gue mau cerita, curhat, komen, dan nanya. Tiba-tiba hal ini ngeganjal di pikiran gue. Sebenarnya udah lama banget pingin gue omongin, cuma takut salah. Tapi karena kejadian ini udah keulang berkali-kali, kayanya gue harus minta klarifikasi.

Kejadian pertama, cerita paling awalnya adalah gue sedang berada di Ambarukmo Plaza (Amplaz) Jogja, nungguin adek gue yang lagi ngerayain ulang tahun.....temennya. Gue kan males ya masuk ikutan rame-ramean di dalam, secara di dalam isinya anak kecil pada lari-larian, daripada gue ikutan main sama mereka, mending gue ikut nimbrung sama mamanya mereka. Eh.

Haha engga, jadi gue nunggu diluar gitu, tau kan kalau di mall ada bagian semacam pagar di tengah yang biasa buat orang senderan dan bisa lihat ke bawah? Nah gue disitu. Pas masih asik hapean, gue dicolek sama orang, mas-mas pake kemeja putih, usianya sepantaran gue lah. Dia ngenalin diri, awalnya gue ngira dia mau nanya arah, eh ternyata minta waktu "dua menit" mau ngejelasin sesuatu. Pikiran gue udah, wah masnya pasti mau nawarin sesuatu yang gue harus bayar, tapi karena posisi gue emang lagi nyantai, mau ngeles keburu-buru juga gabisa kan? Yaudah akhirnya gue nyoba buat dengerin "proposal" dia. Dia ngejelasin tentang organisasinya yang ngasih sumbangan ke veteran-veteran gitu. Terus dia ngeluarin buku kecil, beberapa halaman pertama emang ngejelasin maksud dan tujuannya: NYUMBANG. Tapi bagian belakangnya, isinya voucher-voucher di berbagai toko yang gue lihat emang ada di dalam Amplaz.

Jadi percakapan kami kurang lebih gini:

Mas: "Jadi kita dari organisasi (gue lupa namanya) bergerak untuk ngasih bantuan ke veteran-veteran...bla...bla...blaa.." Sambil cerita tentang perjuangan Indonesia + nunjukin buku voucher.
Gue: "Lah mas, ini apa kok ada voucher-voucher gini?"
Mas: "Oh iya mas, kalau mas ikut nyumbang, nanti buku ini buat mas, kan lumayan mas NYUMBANG SERATUS RIBU, DAPAT VOUCHER BELANJA!

Waktu itu gue mikir, yang namanya nyumbang sekarang ada nominal minimumnya ya? Ga bisa kayak kita infaq? Semampu kita dan yang tahu jumlahnya cuma kita? Setahu gue yang namanya nyumbang kayak gitu. Dan dengan adanya imbalan voucher itu malah ngerubah niat kita yang awalnya nyumbang jadi kebelet pingin dapat voucher kan?

Waktu gue buka-buka buku itu emang tertera tulisan 100 ribu dan identitas organisasi mereka. Di dalamnya juga ada berbagai nominal voucher dari berbagai store. Gue ngecek dompet, ada duit 100 ribu, yaudah akhirnya gue nyoba aja "nyumbang" dengan bismillah semoga emang bener uangnya buat bantu para veteran. Selagi gue ngasih uangnya, gue nanya:

Gue: "Masnya kuliah?"
Mas: "Iya mas, udah masuk semester akhir"
Gue: "Kuliah dimana?"

Ternyata masnya kuliah di jurusan Komunikasi di salah satu universitas terkemuka Indonesia yang berlokasi di depok (tau kan). Gue mikir. LAH NGAPAIN JAUH-JAUH DARI DEPOK KE AMPLAZ JOGJA CUMA BUAT NYEBARIN BUKU VOUCHER? Maksud gue, kalau emang masnya kuliah disana, apa gak bisa nyebarnya di daerah Depok juga? Apa Depok orangnya pelit-pelit sampai masnya harus ke Jogja cuma buat itu? 

Tapi karena udah terlanjur ngasih uangnya, yaudah deh, semoga berkah.

Vouchernya bentuknya hampir seperti ini (punya gue udah gue buang). Gue dapat dari salah satu blogger yang "kena" juga.
source: http://summer3angle.blogspot.co.id/2014/04/charity-apa-beli-voucher.html

source: http://www.hennyfaridah.name/2015/10/penipuan-jual-buku-voucher-yayasan-peduli-sosial.html


Sampai rumah, gue langsung cek website dan sosial media organisasi mereka. Data dari Google ga ngasih begitu banyak. Memang ada websitenya, tapi gak update. Gue merasa bego


Kejadian kedua. Waktu itu gue lagi jalan-jalan sama temen di Hypermart Hartono Mall. Ga beli apa-apa cuma iseng jalan-jalan secara waktu itu Hartono Mall Jogja baru aja buka. Gue masuk di Hypermart ke bagian bumbu masakan gitu. Hahaha gatau kenapa gue kalau liat bumbu masakan gitu bawaannya laper. Pas lagi liat-liat, tiba-tiba disamperin sama satu mas dan satu mbak, usianya juga sepantaran gue dan pakaiannya ala-ala mahasiswa. Dengan menggunakan template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?" Akhirnya gue dan temen gue dengerin.

Waktu itu dia dari organisasi yang ngasih bantuan ke anak yatim piatu. Pas dia ngejelasin dan ngeluarin "buku" itu, gue kaget. Loh kok buku voucher lagi? Tapi gue dan temen gue masih tetep dengerin walapun gue udah tahu endingnya bakal kaya gimana.

Dan terjadinya percakapan seperti ini:
Mas: *abis ngejelasin* "Jadi, gimana? Mas mbaknya tertarik? 100 ribu aja loh, uangnya buat nyumbang plus masnya dapat voucher"
Mbak: "Mungkin masnya bisa bantu kita buat ngisi biodata mas di buku ini"
Gue: "Kalau saya isi biodata saya, saya harus bayar dong"
Mbak: "Iya betul mas"
Gue: *menghela nafas* "Sebenernya ya mas, mbak, saya juga pernah ditawarin kaya ginian , PERSIS"
Mas: "Oh ya? Program apa itu mas?"
Gue: *Gue ngejelasin kejadian yang veteran itu*
Mbak: "Ohh itu udah lama mas, ini yang baru"
Mas: "Donasi lagi aja mas, buat anak yatim"


Setelah ngomong-ngomong dengan masnya gue tegas bilang engga. Kenapa? Gue jelasin setelah kejadian ketiga.



Kejadian ketiga. Ini yang paling baru. Kemarin hari Kamis tanggal 30 Juni 2016. Gue abis shalat Dhuhur di Masjid Kampus UGM, udah di parkiran, udah pasang masker, udah pasang helm, gue buru-buru mau ambil surat di dekanat. Tiba-tiba disamperin sama perempuan. Sekali lagi, gue kira dia mau nanya arah, gak ada pikiran dia bakal minta donasi, soalnya cara dia berpakaian ala-ala mahasiswa.

Dan lagi, dia pakai template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?". Kali ini gue emang keburu-buru karena harus ngurus surat di dekanat, jadi gue jawab:

Gue: "Maaf mbak, lagi keburu mau ke kampus"
Mbak: "Semenit aja mas, saya jelaskan intinya"
Gue: *mengehela nafas* "Yaudah, ada apa?"

Mbaknya mulai ngejelasin tentang taman bacaan pelangi kalau gak salah, dan waktu mbaknya mulai ngeluarin sesuatu dari tasnya, dan ternyata dia ngambil buku voucher itu, gue langsung potong:

Gue: "Mbak, jangan bilang saya suruh bayar 100 ribu terus dapat buku voucher itu"
Mbak: *kaget* "Eh, iya Mas. Kok masnya tahu?"
Gue: "Udah sering dapat ginian"
Mbak: "Oh ya? Dimana mas?"
Gue: "Dimana-mana"
Mbak: "Mungkin masnya tertarik lagi untuk donasi?"
Gue: "Lain kali ya mbak, saya keburu-buru"

Akhirnya mbaknya pergi. Gue langsung nyalain motor.

Yang bikin gue kesel, gak ada selang 10 detik mbaknya pergi, datang satu lagi mas-mas ala mahasiswa nyamperin dan manggil gue.

Mas: "Halo, Mas, bisa.."
Gue: "Udah, tadi sama mbaknya" 

Gue gak bilang ngasih duit ke mbaknya, cuma bilang "Udah", terus masnya jawab

Mas: "Oh udah BELI di mbaknya? Yaudah, makasih ya mas"

Hah? Gak salah denger? BELI? Seriously? BELI?! Oh jadi ini tuh jualan? Bukan donasi?! Gue langsung ngacir dari parkiran sebelum didatengin lagi.




Mungkin setelah baca cerita diatas, beberapa dari kalian mikir 
"Lu kok jahat banget sih, Dit?"
"Pelit amat lu, Dit"
"Tinggal donasi aja apa susahnya sih?"
"Gak mau nyumbang buat orang yang butuh, Dit?"


Terus kenapa gue gak mau nyumbang (lagi) ke mereka? 
  1. Donasi kok dikasih nominal minimum? Seperti yang udah gue jelasin diatas, donasinya minimal 100 ribu. Yang namanya donasi bukannya semampunya kita ya?
  2. Promonya jualan voucher. Tiap kali mereka promo, selalu menekankan pada "Bisa dapet vocuher loh!"
  3. Event berbeda, sistem sama. Tiap kali gue didatengin selalu dengan case yang berbeda. Pertama tentang veteran, terus anak yatim, terus taman bacaan pelangi. Gue yakin mereka dari organisasi yang berbeda, tapi sistem cari sumbangannya kok sama?
  4. Gak tahu tempat. Gue disamperin di dalam Hypermart. Aneh aja sih nyamperin orang dan nawarin sumbangan di tempat gitu.
  5. Gak sopan. Kayak di kejadian ketiga yang gue ceritain, gue disamperin waktu udah pake helm dan mau cabut, tapi mbaknya tetep maksa, dan setelah mbaknya pergi ada lagi mas-mas yang nyamperin disaat gue udah nyalain motor.
  6. NODONG, kurang ajar. Di kejadian kedua, setelah masnya jelasin maksud dan tujuannya, masnya langsung nodong dengan bilang "Bisa dibantu, Mas, dengan nulis biodatanya di buku ini" yang seakan-akan maksa gue buat bayar tuh duit. Karena kalau gue nulis nama gue disitu, gue harus bayar 100 ribu. Harusnya kalau memang nawarin, tanya ke orangnya dulu dong "Apakah mas berminat untuk donasi?"
  7. Yang nawarin selalu ala-ala mahasiswa. Yang nyamperin gue selalu mas atau mbak yang pakaiannya ala-ala mahasiswa yang (maaf) agak necis. Mereka dapat komisi dari tiap "penjualan"?
  8. Charity atau jualan voucher? Seperti yang gue bilang di poin nomor 2 dan 3. Event mereka selalu berbeda tapi intinya tetep sama. Donasi 100 ribu untuk dapat voucher. Jadi ini nyumbang atau beli voucher? Plus di kejadian ketiga, masnya keceplosan bilang BELI.
Disini gue gak menyalahkan organisasinya ataupun bermaksud suudzon. Hanya saja kalau dipikir secara logika, kayak gak make sense gitu. 
Gue udah ngecek di internet dan emang organisasi kayak Taman Bacaan Pelangi dan yang bantuan kepada veteran itu emang ada. Yang gue benci itu sistemnya. Gue gak tahu itu yang koordinir siapa sampai semua charity dari organisasi yang berbeda tapi kok sistem jualan vouchernya sama. Kalau emang niat mau cari sumbangan, tinggal kasih nomor rekening organisasinya, terus biarkan mereka yang ingin donasi bisa mendonasikan semampu mereka. Gausah dibikin ribet.


Setelah gue searching di internet, ternyata praktek jualan voucher ini gak cuma terjadi di Jogja, udah banyak banget orang-orang BAIK yang niatnya emang mau NYUMBANG tapi ngerasa ditipu, berikut beberapa kisah mereka yang hampir sama dengan yang gue ceritain:

Nah buat kalian yang pernah ikutan nyumbang mungkin bisa berbagi pengalamannya juga disini atau nulis di blog kalian. Buat kalian yang belum pernah disamperin, hati-hati aja. Mereka agak maksa nawarinnya. Gue mending beliin takjil buat ibu-ibu yang ada di lampu merah daripada ngasih 100 ribu ke mas-mas dan mbak-mbak yang nipu gini.

Semoga kejadian ini gak menimpa ke kalian ya.


Buat yang nanya-nanya tentang template gue


Kalau blogger lain update posting tiap seminggu sekali, gue bisa setahun sekali. Yaaa maafkannn (maaf ke siapa juga gak ada yang baca), beberapa bulan terakhir gue sibuk banget di kampus. Gue ikut organisasi di jurusan gue yang emang banyak banget acaranya. Gue kemarin sempet ikut empat kepanitian yang berbeda di waktu yang berdekatan. Gimana ga pusing? Belum ditambah kuliah yang...ya gitu.

Anyway, karena sekarang gue udah selesai di semester ini, which means gue dalam masa liburan sampai awal Agustus. YEEAAAYYY....lama banget yak. Tapi gue ga mau ngabisin liburan kali ini dengan malas-malasan. Daripada gue gabut di rumah, mending gue nyari sesuatu buat dikerjain kan? Nah, gue denger beberapa temen gue ada yang lagi intern alias magang di sana, magang di sini, akhirnya terbesit di kepala gue, gue juga mau nyoba nyari tempat buat magang. Lumayan lah buat nambah ilmu dan pengalaman. 

Gue udah apply di beberapa tempat yang membuka program magang. Dimana aja? Nanti gue kasih tahu kalau udah keterima yaa :D doain aja keterima haha

Anyway, sebenarnya selama gue gak update di social media, gue nerima banyak pesan di email, Facebook, YouTube, yang nanya tentang template blog gue pake template apaan. Well, buat kalian yang penasaran, kalian bisa lihat di video gue di bawah ini


Sekian dulu yang bisa gue update kali ini, gue bakal ngepost lagi kalau gue udah keterima magang (kalau ga keterima juga update kok haha, tapi doain aja :) )


See ya!










apa yang kamu lakukan untuk ngisi liburanmu?