The New Macbook Pro: Inovasi atau Cuma Gimmick?

Sungguh. Gue jarang banget update blog bukan karena malas (well, dikit sih hehe) Tapi lebih karena gue bener-bener sibuk. Buat kamu-amu yangudah kuliah pasti ngerasain rasanya sibuk kuliah, apalagi kalau masuk suatu organisasi, Beuh! Waktu tidurmu bakal berkurang banyak.

Anyway, gue kemarin buka websitenya Apple dan ternyata mereka bakal ngadain event yang rumornya bakal rilis MacBook Pro seri terbaru. Kabar-kabar tentang spesifikasi dan desain mulai bermunculan di blog-blog teknologi. Akhirnya gue save tanggal eventnya, niatnya sih siap-siap nonton live pas hari-H


EH TERNYATA GUE KETIDURAN -____-

Padahal udah pasang reminder biar bisa nonton, tapi karena emang kecapekan, jadinya ketiduran. Alhasil, paginya gue cek Google dan YouTube, semua orang update tentang rilisnya MacBook Pro terbaru. Akhirnya sumber info gue tentang update tersebut ya dari Google dan YouTube. Gue juga ngecek beberapa hal ke websitenya Apple.

Oke jadi ini pendapat gue.

MacBook Pro itu sendiri, terutama yang retina display udah dirilis sejak tahun 2012 silam, which means udah 4 tahun yang lalu. Nah, sejak saat itu, belum ada lagi update yang signifikan dari MacBook Pro (paling nambah Force Touch di MacBook Pro keluaran 2015). I mean, sejak saat itu, tidak ada hal yang baru dari MacBook Pro. Malahan Apple nge-update MacBook yang kecil itu. Akhirnya, Apple update seri MacBook Pro ke yang terbaru. Sejauh yang gue lihat saat ini, perubahan yang paling signifikan adalah munculnya Touch Bar pada keyboardnya. Sebenernya rumor ini emang udah beredar lama kalau bakal ada update ini di seri MacBook terbaru.

So, here it is the MacBook Pro
Untuk spesifikasinya, tidak terlalu banyak berbeda dengan yang sebelumnya, mungkin untuk tech specs-nya bisa dilihat disini

Di post kali ini gue lebih fokus kepada inovasi Touch Bar yang mereka hadirkan. Melihat update ini, gue jadi keinget sama apa yang pernah Steve Jobs bilang waktu dia merilis iPhone generasi pertama. Dia bilang kayak gini:
...and they all have these control buttons that are fixed in plastic and are the same for every applications. Well, every application wants slightly different user interface, a slightly optimized set of buttons. 
Salah satu alasan kenapa bentuk iPhone generasi pertama seperti itu adalah, karena Steve Jobs ngerasa kalau tombol-tombol plastik tidak berguna. Kenapa? Karena tombol itu ada entah kita lagi butuh tombol itu atau engga. Padahal, setiap aplikasi butuh tombol atau fungsinya masing-masing.

Nah! Uniknya, hal ini juga terjadi di laptop yang kita pegang sehari-hari, kalau kita lihat di keyboard laptop kita, pastinya di bagian atas ada tombol function atau yang yang lebih kita kenal dengan Fn keys (F1 - F12). Setiap Fn keys punya fungsinya masing-masing. Masalahnya adalah, karena itu juga termasuk dalam tombol fixed, which means they will still there whether u need it or not, you can't change it, karena emang dari pabrikannya kayak gitu kan?

Dengan tergantikannya Fn keys dengan Touch Bar yang Apple berikan, hal ini mengikuti apa yang pernah Steve Jobs bilang, dan menurut gue ini adalah perubahan yang bagus, karena pastinya setiap aplikasi butuh "Fn keys"-nya masing-masing. Walaupun cara Touch bar ini sebenarnya udah pernah dipakai di laptop Razer Blade generasi pertama, tapi bagi gue, inovasi ngubah Fn keys ke Touch bar adalah inovasi yang bagus. So, changing this line of Fn keys with a touch bar that follows the behavior of the applications is a really good update. It may changes the way people interact with their laptops.

Untuk lebih detailnya mengenai perubahan di MacBook Pro terbaru ini, mungkin kalian bisa nonton cuplikan videonya dibawah ini:










Bagaimana menurutmu tentang MacBook Pro terbaru ini? :)

Facebook dan Algoritma 'EdgeRank'

Dari dulu gue kira kalau newsfeed yang muncul di timeline Facebook adalah hasil sorting yang udah diurutkan berdasarkan waktunya atau date added. Artinya semakin baru posting yang kita share di Facebook, makan posting kita akan ada di awal timeline kita dan teman-teman kita.

Ternyata, Facebook gak pakai algoritma sesederhana itu. Bayangin aja kalau teman Facebook kita ada ratusan atau bahkan ribuan (jaman awal-awal punya Facebook suka banggain kalau jumlah temannya banyak - sampai dibikin akun part 1, part 2), pasti timeline kita penuh banget dengam postingan mereka, malahan postingan teman dekat kita bisa aja gak keliatan di timeline kita karena 'tenggelam'. Walaupun emang orang-orang lebih suka dengan metode ini karena lebih sederhana dan mereka bisa melihat semua postingan teman mereka, regardless they care or not.

Jadi, kalau kalian buka Facebook dan postingan teman kalian ada yang gak muncul di timeline kalian, itu wajar, karena Facebook menggunakan suatu algoritma yang mereka sebut dengan EdgeRank.

Di posting kali ini gue bakal bahas sedikit apa itu EdgeRank, jadi kalian tahu kemana 'hilang'nya postingan beberapa teman kalian hehe

Apa itu EdgeRank?
EdgeRank adalah algoritma buatan Facebook yang fungsinya nentuin postingan apa yang bakal muncul di timeline masing-masing usernya. Nah setiap kegiatan yang teman-temanmu lakuin di Facebook, punya potensi buat muncul di timelinemu. Kegiatan yang dimaksud disini misal update status, komen di posting orang, ngetag, share foto, dan lain-lain. Nah, setiap kegiatan-kegiatan itu namanya Edge. Dengan algoritma EdgeRank, Facebook nentuin seberapa menarik sih setiap edge yang teman kalian bikin? Artinya kalau misal kamu bikin posting yang biasa-biasa aja atau boring, ya gak bakal muncul di timeline teman kalian.

Nah, tiap edge dari teman kalian ini bakal disorting berdasarkan how interesting the stories are, semakin menarik, semakin postingan itu muncul di timeline kalian. Makanya nama algoritma ini adalah EdgeRank. It only shows the top-ranked stories to the user. Jadi kalau kalian gak lihat postingan beberapa teman kalian, mungkin postingan mereka dianggap kurang menarik oleh algoritma ini. Makanya, kalau bikin posting jangan curhat mulu hahaha

Terus gimana biar update status kita muncul di timeline teman? :(

Nah, Facebook udah kasih sedikit bocoran apa aja yang jadi pertimbangan algoritmanya:
  1. Affinity score
  2. Edge weight
  3. Time decay
Oke kita lihat satu-satu.

Affinity Score

Kalau kita lihat KBBI, afinitas berarti ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan. Afinitas di algoritma ini nentuin seberapa 'connected' sih kamu dengan edge (posting, comment, share) yang dibuat oleh temanmu?
Contohnya, kamu punya teman di Facebook. Kamu sering kirim-kirim pesan atau ngetik di timeline dia, terus kalian juga punya (misal) 50 teman bersama. Artinya, kamu dan temanmu ini punya affinity score yang tinggi. Facebook bakal mikir kalau kamu bakal pingin ada status update temanmu ini muncul di timelinemu.

Facebook nentuin affinity score dari beberapa hal:

  1. The strength of the action
  2. How close the person who took the action was to you
  3. How long ago they took the action
Action disini termasuk nge-klik, nge-like, komen, nge-share, nge-tag, dan lain-lain yang tentunya punya bobotnya sendiri-sendiri yang tergantung dari besarnya usaha yang dilakukan. Misal, kasih komentar ke posting temen bobotnya lebih gede daripada cuma nge-like. Dan ngelike bobotnya lebih gede daripada cuma nge-klik.

Edge Weight

Di awal tadi udah dibahas apa itu edge. Edge bisa dikatakan kegiatan-kegiatan yang kita lakukan di Facebook, bisa itu bikin postingan, nge-like status orang, nge-share postingan orang, nge-tag temanmu di foto dan lain-lain. Tiap edge bakal punya bobotnya masing-masing dilihat dari seberapa menariknya edge yang dibuat. Contoh, nge-share foto atau video lebih menarik daripada nge-share link kan? Artinya bobot nge-share foto/video lebih gede ketimbang cuma nge-share link.

Time Decay

Faktor terakhir adalah waktu. Semakin 'tua' edge yang dibikin di Facebook, edge tersebut semakin kehilangan poin secara Facebook anggap itu old news. Jadi, postingan-postingan yang muncul di timelinemu itu postingan yang punya skor tinggi dalam EdgeRank dan di waktu yang paling baru/latest news.


Nah, sekarang udah tahu kan kenapa gak semua postingan temanmu muncul di Facebook? Memang algoritma ini gak begitu disukai oleh beberapa orang karena kita belum tentu bisa lihat kabar terbaru dari teman kita. Dan kayaknya algoritma ini juga dipakai di Instagram (secara Instagram juga punyanya Facebook), kadang kita gak lihat beberapa foto yang teman kita share di timeline.

Kalau kalian pingin lebih tahu how EdgeRank works, kalian bisa kunjungi web http://edgerank.net



See ya! :)

Charity Abal-abal dan Imbalan Voucher


Mas, bisa minta waktunya 2 menit aja?
Buat kalian yang tinggal di sekitaran Jogja pasti ga asing dengar kalimat itu. Kalimat ala-ala dari sales yang mau nawarin sesuatu. Kalau nawarinnya produk sih ga masalah, emang harus ada salesnya. Nah, kalau nawarinnya voucher tapi berkedok nawarin donasi/charity? Menurut kalian pantas gak?

Oke, disini gue gak lagi promosi apa-apa. Gue mau cerita, curhat, komen, dan nanya. Tiba-tiba hal ini ngeganjal di pikiran gue. Sebenarnya udah lama banget pingin gue omongin, cuma takut salah. Tapi karena kejadian ini udah keulang berkali-kali, kayanya gue harus minta klarifikasi.

Kejadian pertama, cerita paling awalnya adalah gue sedang berada di Ambarukmo Plaza (Amplaz) Jogja, nungguin adek gue yang lagi ngerayain ulang tahun.....temennya. Gue kan males ya masuk ikutan rame-ramean di dalam, secara di dalam isinya anak kecil pada lari-larian, daripada gue ikutan main sama mereka, mending gue ikut nimbrung sama mamanya mereka. Eh.

Haha engga, jadi gue nunggu diluar gitu, tau kan kalau di mall ada bagian semacam pagar di tengah yang biasa buat orang senderan dan bisa lihat ke bawah? Nah gue disitu. Pas masih asik hapean, gue dicolek sama orang, mas-mas pake kemeja putih, usianya sepantaran gue lah. Dia ngenalin diri, awalnya gue ngira dia mau nanya arah, eh ternyata minta waktu "dua menit" mau ngejelasin sesuatu. Pikiran gue udah, wah masnya pasti mau nawarin sesuatu yang gue harus bayar, tapi karena posisi gue emang lagi nyantai, mau ngeles keburu-buru juga gabisa kan? Yaudah akhirnya gue nyoba buat dengerin "proposal" dia. Dia ngejelasin tentang organisasinya yang ngasih sumbangan ke veteran-veteran gitu. Terus dia ngeluarin buku kecil, beberapa halaman pertama emang ngejelasin maksud dan tujuannya: NYUMBANG. Tapi bagian belakangnya, isinya voucher-voucher di berbagai toko yang gue lihat emang ada di dalam Amplaz.

Jadi percakapan kami kurang lebih gini:

Mas: "Jadi kita dari organisasi (gue lupa namanya) bergerak untuk ngasih bantuan ke veteran-veteran...bla...bla...blaa.." Sambil cerita tentang perjuangan Indonesia + nunjukin buku voucher.
Gue: "Lah mas, ini apa kok ada voucher-voucher gini?"
Mas: "Oh iya mas, kalau mas ikut nyumbang, nanti buku ini buat mas, kan lumayan mas NYUMBANG SERATUS RIBU, DAPAT VOUCHER BELANJA!

Waktu itu gue mikir, yang namanya nyumbang sekarang ada nominal minimumnya ya? Ga bisa kayak kita infaq? Semampu kita dan yang tahu jumlahnya cuma kita? Setahu gue yang namanya nyumbang kayak gitu. Dan dengan adanya imbalan voucher itu malah ngerubah niat kita yang awalnya nyumbang jadi kebelet pingin dapat voucher kan?

Waktu gue buka-buka buku itu emang tertera tulisan 100 ribu dan identitas organisasi mereka. Di dalamnya juga ada berbagai nominal voucher dari berbagai store. Gue ngecek dompet, ada duit 100 ribu, yaudah akhirnya gue nyoba aja "nyumbang" dengan bismillah semoga emang bener uangnya buat bantu para veteran. Selagi gue ngasih uangnya, gue nanya:

Gue: "Masnya kuliah?"
Mas: "Iya mas, udah masuk semester akhir"
Gue: "Kuliah dimana?"

Ternyata masnya kuliah di jurusan Komunikasi di salah satu universitas terkemuka Indonesia yang berlokasi di depok (tau kan). Gue mikir. LAH NGAPAIN JAUH-JAUH DARI DEPOK KE AMPLAZ JOGJA CUMA BUAT NYEBARIN BUKU VOUCHER? Maksud gue, kalau emang masnya kuliah disana, apa gak bisa nyebarnya di daerah Depok juga? Apa Depok orangnya pelit-pelit sampai masnya harus ke Jogja cuma buat itu? 

Tapi karena udah terlanjur ngasih uangnya, yaudah deh, semoga berkah.

Vouchernya bentuknya hampir seperti ini (punya gue udah gue buang). Gue dapat dari salah satu blogger yang "kena" juga.
source: http://summer3angle.blogspot.co.id/2014/04/charity-apa-beli-voucher.html

source: http://www.hennyfaridah.name/2015/10/penipuan-jual-buku-voucher-yayasan-peduli-sosial.html


Sampai rumah, gue langsung cek website dan sosial media organisasi mereka. Data dari Google ga ngasih begitu banyak. Memang ada websitenya, tapi gak update. Gue merasa bego


Kejadian kedua. Waktu itu gue lagi jalan-jalan sama temen di Hypermart Hartono Mall. Ga beli apa-apa cuma iseng jalan-jalan secara waktu itu Hartono Mall Jogja baru aja buka. Gue masuk di Hypermart ke bagian bumbu masakan gitu. Hahaha gatau kenapa gue kalau liat bumbu masakan gitu bawaannya laper. Pas lagi liat-liat, tiba-tiba disamperin sama satu mas dan satu mbak, usianya juga sepantaran gue dan pakaiannya ala-ala mahasiswa. Dengan menggunakan template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?" Akhirnya gue dan temen gue dengerin.

Waktu itu dia dari organisasi yang ngasih bantuan ke anak yatim piatu. Pas dia ngejelasin dan ngeluarin "buku" itu, gue kaget. Loh kok buku voucher lagi? Tapi gue dan temen gue masih tetep dengerin walapun gue udah tahu endingnya bakal kaya gimana.

Dan terjadinya percakapan seperti ini:
Mas: *abis ngejelasin* "Jadi, gimana? Mas mbaknya tertarik? 100 ribu aja loh, uangnya buat nyumbang plus masnya dapat voucher"
Mbak: "Mungkin masnya bisa bantu kita buat ngisi biodata mas di buku ini"
Gue: "Kalau saya isi biodata saya, saya harus bayar dong"
Mbak: "Iya betul mas"
Gue: *menghela nafas* "Sebenernya ya mas, mbak, saya juga pernah ditawarin kaya ginian , PERSIS"
Mas: "Oh ya? Program apa itu mas?"
Gue: *Gue ngejelasin kejadian yang veteran itu*
Mbak: "Ohh itu udah lama mas, ini yang baru"
Mas: "Donasi lagi aja mas, buat anak yatim"


Setelah ngomong-ngomong dengan masnya gue tegas bilang engga. Kenapa? Gue jelasin setelah kejadian ketiga.



Kejadian ketiga. Ini yang paling baru. Kemarin hari Kamis tanggal 30 Juni 2016. Gue abis shalat Dhuhur di Masjid Kampus UGM, udah di parkiran, udah pasang masker, udah pasang helm, gue buru-buru mau ambil surat di dekanat. Tiba-tiba disamperin sama perempuan. Sekali lagi, gue kira dia mau nanya arah, gak ada pikiran dia bakal minta donasi, soalnya cara dia berpakaian ala-ala mahasiswa.

Dan lagi, dia pakai template "Bisa minta waktunya 2 menit aja?". Kali ini gue emang keburu-buru karena harus ngurus surat di dekanat, jadi gue jawab:

Gue: "Maaf mbak, lagi keburu mau ke kampus"
Mbak: "Semenit aja mas, saya jelaskan intinya"
Gue: *mengehela nafas* "Yaudah, ada apa?"

Mbaknya mulai ngejelasin tentang taman bacaan pelangi kalau gak salah, dan waktu mbaknya mulai ngeluarin sesuatu dari tasnya, dan ternyata dia ngambil buku voucher itu, gue langsung potong:

Gue: "Mbak, jangan bilang saya suruh bayar 100 ribu terus dapat buku voucher itu"
Mbak: *kaget* "Eh, iya Mas. Kok masnya tahu?"
Gue: "Udah sering dapat ginian"
Mbak: "Oh ya? Dimana mas?"
Gue: "Dimana-mana"
Mbak: "Mungkin masnya tertarik lagi untuk donasi?"
Gue: "Lain kali ya mbak, saya keburu-buru"

Akhirnya mbaknya pergi. Gue langsung nyalain motor.

Yang bikin gue kesel, gak ada selang 10 detik mbaknya pergi, datang satu lagi mas-mas ala mahasiswa nyamperin dan manggil gue.

Mas: "Halo, Mas, bisa.."
Gue: "Udah, tadi sama mbaknya" 

Gue gak bilang ngasih duit ke mbaknya, cuma bilang "Udah", terus masnya jawab

Mas: "Oh udah BELI di mbaknya? Yaudah, makasih ya mas"

Hah? Gak salah denger? BELI? Seriously? BELI?! Oh jadi ini tuh jualan? Bukan donasi?! Gue langsung ngacir dari parkiran sebelum didatengin lagi.




Mungkin setelah baca cerita diatas, beberapa dari kalian mikir 
"Lu kok jahat banget sih, Dit?"
"Pelit amat lu, Dit"
"Tinggal donasi aja apa susahnya sih?"
"Gak mau nyumbang buat orang yang butuh, Dit?"


Terus kenapa gue gak mau nyumbang (lagi) ke mereka? 
  1. Donasi kok dikasih nominal minimum? Seperti yang udah gue jelasin diatas, donasinya minimal 100 ribu. Yang namanya donasi bukannya semampunya kita ya?
  2. Promonya jualan voucher. Tiap kali mereka promo, selalu menekankan pada "Bisa dapet vocuher loh!"
  3. Event berbeda, sistem sama. Tiap kali gue didatengin selalu dengan case yang berbeda. Pertama tentang veteran, terus anak yatim, terus taman bacaan pelangi. Gue yakin mereka dari organisasi yang berbeda, tapi sistem cari sumbangannya kok sama?
  4. Gak tahu tempat. Gue disamperin di dalam Hypermart. Aneh aja sih nyamperin orang dan nawarin sumbangan di tempat gitu.
  5. Gak sopan. Kayak di kejadian ketiga yang gue ceritain, gue disamperin waktu udah pake helm dan mau cabut, tapi mbaknya tetep maksa, dan setelah mbaknya pergi ada lagi mas-mas yang nyamperin disaat gue udah nyalain motor.
  6. NODONG, kurang ajar. Di kejadian kedua, setelah masnya jelasin maksud dan tujuannya, masnya langsung nodong dengan bilang "Bisa dibantu, Mas, dengan nulis biodatanya di buku ini" yang seakan-akan maksa gue buat bayar tuh duit. Karena kalau gue nulis nama gue disitu, gue harus bayar 100 ribu. Harusnya kalau memang nawarin, tanya ke orangnya dulu dong "Apakah mas berminat untuk donasi?"
  7. Yang nawarin selalu ala-ala mahasiswa. Yang nyamperin gue selalu mas atau mbak yang pakaiannya ala-ala mahasiswa yang (maaf) agak necis. Mereka dapat komisi dari tiap "penjualan"?
  8. Charity atau jualan voucher? Seperti yang gue bilang di poin nomor 2 dan 3. Event mereka selalu berbeda tapi intinya tetep sama. Donasi 100 ribu untuk dapat voucher. Jadi ini nyumbang atau beli voucher? Plus di kejadian ketiga, masnya keceplosan bilang BELI.
Disini gue gak menyalahkan organisasinya ataupun bermaksud suudzon. Hanya saja kalau dipikir secara logika, kayak gak make sense gitu. 
Gue udah ngecek di internet dan emang organisasi kayak Taman Bacaan Pelangi dan yang bantuan kepada veteran itu emang ada. Yang gue benci itu sistemnya. Gue gak tahu itu yang koordinir siapa sampai semua charity dari organisasi yang berbeda tapi kok sistem jualan vouchernya sama. Kalau emang niat mau cari sumbangan, tinggal kasih nomor rekening organisasinya, terus biarkan mereka yang ingin donasi bisa mendonasikan semampu mereka. Gausah dibikin ribet.


Setelah gue searching di internet, ternyata praktek jualan voucher ini gak cuma terjadi di Jogja, udah banyak banget orang-orang BAIK yang niatnya emang mau NYUMBANG tapi ngerasa ditipu, berikut beberapa kisah mereka yang hampir sama dengan yang gue ceritain:

Nah buat kalian yang pernah ikutan nyumbang mungkin bisa berbagi pengalamannya juga disini atau nulis di blog kalian. Buat kalian yang belum pernah disamperin, hati-hati aja. Mereka agak maksa nawarinnya. Gue mending beliin takjil buat ibu-ibu yang ada di lampu merah daripada ngasih 100 ribu ke mas-mas dan mbak-mbak yang nipu gini.

Semoga kejadian ini gak menimpa ke kalian ya.


Buat yang nanya-nanya tentang template gue


Kalau blogger lain update posting tiap seminggu sekali, gue bisa setahun sekali. Yaaa maafkannn (maaf ke siapa juga gak ada yang baca), beberapa bulan terakhir gue sibuk banget di kampus. Gue ikut organisasi di jurusan gue yang emang banyak banget acaranya. Gue kemarin sempet ikut empat kepanitian yang berbeda di waktu yang berdekatan. Gimana ga pusing? Belum ditambah kuliah yang...ya gitu.

Anyway, karena sekarang gue udah selesai di semester ini, which means gue dalam masa liburan sampai awal Agustus. YEEAAAYYY....lama banget yak. Tapi gue ga mau ngabisin liburan kali ini dengan malas-malasan. Daripada gue gabut di rumah, mending gue nyari sesuatu buat dikerjain kan? Nah, gue denger beberapa temen gue ada yang lagi intern alias magang di sana, magang di sini, akhirnya terbesit di kepala gue, gue juga mau nyoba nyari tempat buat magang. Lumayan lah buat nambah ilmu dan pengalaman. 

Gue udah apply di beberapa tempat yang membuka program magang. Dimana aja? Nanti gue kasih tahu kalau udah keterima yaa :D doain aja keterima haha

Anyway, sebenarnya selama gue gak update di social media, gue nerima banyak pesan di email, Facebook, YouTube, yang nanya tentang template blog gue pake template apaan. Well, buat kalian yang penasaran, kalian bisa lihat di video gue di bawah ini


Sekian dulu yang bisa gue update kali ini, gue bakal ngepost lagi kalau gue udah keterima magang (kalau ga keterima juga update kok haha, tapi doain aja :) )


See ya!










apa yang kamu lakukan untuk ngisi liburanmu?

Liburan ke Negara Tetangga Singapura, Why Not?


Bagi kamu yang belum pernah liburan ke luar negeri, mungkin memiliki beberapa alasan tersendiri, seperti biaya yang mahal, Indonesia saja belum semua dikunjungi, dan alasan lainnya. Tapi nampaknya, kamu harus segera deh menjadwalkan untuk liburan ke luar negeri.
Liburan ke luar negeri mahal? Kalau kamu tahu celahnya dan mau menghemat enggak mahal kok. Kalaupun memang masih mahal menurut kamu, enggak perlu khawatir karena yang bakal kamu dapatkan setelah traveling bakal lebih mahal dari biaya yang kamu keluarkan. 
Traveling ke luar negeri, tidak perlu jauh-jauh dulu kok. Kamu bisa mengawali traveling ke luar negeri ke negara tetangga yang dekat dengan Indonesia. Salah satu negara tetangga yang recommended untuk kamu jadikan tujuan traveling adalah Singapura. Untuk menuju Singapura, pesawat yang digunakan Jetstar atau banyak juga maskapai lain yang menyediakan flight menuju Singapura.  
Lalu, apa saja sih tempat menarik yang dikunjungi saat traveling ke Singapura? Berikut ini adalah beberapa tempat wisata menarik di Singapura yang recommended untuk kamu kunjungi.  Liburan ke tetangga seperti Singapura, Why Not? Berikut ulasan singkatnya:

Universal Studios
Tempat wisata yang satu ini memang identik banget sama Singapura, yaps Universal Studios! Universal Studios merupakan tempat wisata berupa theme park yang paling populer di Singapura. Jika Indonesia punya Dufan, Singapura punya Universal Studios. Tempat wisata ini juga salah satu tempat yang paling dikenal oleh turis Indonesia saat traveling ke Singapura.
Banyak wahana permainan yang dapat kamu nikmati di Universal Studios. Akan tetapi, harus siap antre untuk membeli tiket masuknya. Terlebih jika kamu datang pada musim liburan panjang, antrian panjang di loket tiket tidak terelakkan.  Harga tiket masuk ke Universal Studios jika dirupiahkan kurang lebih 1 juta rupiah. Setelah puas bermain wahana di Universal Studios, jangan lupa untuk berfoto-foto di depan tulisan Universal Studios, instagramable banget spot ini untuk foto-foto!
sumber: hokelana.com

Merlion Park
Tempat di Singapura yang satu ini juga instagramable banget untuk foto-foto. Merlion Park namanya. Merlion Park juga landmark yang identik dengan Singapura. Landmark ini merupakan sebuah patung dengan kepala singa dan berbadan ikan. Merlion Park sudah menjadi maskot negara Singapura.  Penamaan Merlion itu sendiri diambil dari dua kata yakni “mermaid” dan “lion” yang artinya ikan duyung dan singa.  
Merlion Park buka selama 24 jam, jadi kamu bisa berkunjung ke tempat ini kapan saja, dan yang pasti tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Aktivitas favorit  turis saat berada di tempat ini antara lain adalah berfoto-foto. Selain itu turis yang berkunjung ke tempat ini juga bisa menikmati pemandangan sungai yang bersih dan rapih di sekitar Merlion Park.
sumber: yoursingapore.com

Gardens by The Bay
Tempat wisata di Singapura yang juga recommended untuk kamu kunjungi adalah Gardens by The By. Tempat wisata ini merupakan sebuah taman yang berlokasi di sekitar Marina Bay. Sebagaimana taman pada umumnya, kamu akan menemukan banyak tanaman di taman ini. Namun ada yang menarik dari taman ini, yakni pohon buatan berukuran raksasa yang terbuat dari baja yang berfungsi untuk menampung sinar matahari  dan air hujan.
Saat berkunjung ke Gardens by The Bay pada malam hari, akan terlihat pemandangan yang cukup indah dengan banyak lampu warna-warni yang menyala. Hal ini tentu menjadi spot menarik juga untuk berfoto-foto. Jika kamu ingin menikmati berjalan-jalan di pohon buatan, akan dikenakan biaya sekitar 50.000 rupiah. Jika ingin berkunjung ke tempat konservatori tanaman dan bunga, dikenakan biaya sekitar 350.000 rupiah.
sumber: timecaptures.com

Itulah diantara sekian banyak tempat di Singapura yang menarik dan recommended untuk kamu kunjungi. Masih ada Orchad Road, China Town, Sentosa Island, dan lain lain. Tentunya sayang banget jika kamu enggak mencoba untuk traveling ke Singapura. Selain jaraknya cukup dekat dari Indonesia, tiket menuju Singapura juga enggak mahal-mahal banget kok!
Sampai jumpa di petualangan selanjutnya, and let’s go around the world! Have a nice trip!