Cerpen Waktu SD

Cerpen masa lalu
Kemarin gue buka-buka isi flashdisk zaman bahola yang kapasitasnya aja 256Mb. Iya. 256Mb. Di flashdisk itu ternyata masih tersimpan beberapa cerpen yang dulu pernah gue buat waktu masih duduk di bangku SD.
Dulu sering bikin cerpen juga karena baru kenal yang namanya komputer. Dan cuma bisa buka MS Word. Makanya gue sering bikin. Ya walaupun sekarang udah gak mood lagi bikin cerita seperti itu.http://raditiamadya.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
Namanya juga anak SD, masih sederhana lah kata-katanya :D secara gue dulu cuma iseng aja mulai nulis. Walaupun beberapa isinya emang agak aneh. Gue sendiri senyum-senyum baca lagi tuh cerita. Gak nyangka file yang udah hampir 7 tahun gak dibuka, masih ada di flashdisk gue.
Ini salah satu cerpen yang pernah gue buat dulu. gue post. tanpa edit :)
GERA YANG SUKA TERTAWA
OLEH : Gusti Raditia Madya

  Hwahahaha.....hahaha, itulah tawa temanku yang bernama Gera. Dia sekolah di SDN Karangsari dan selalu saja tertawa dalam hal apapun, tawanya yang nyaring itu membuat seluruh anak di sekolah mendengarnya lalu ikut tertawa juga, kecuali aku.Namaku Jack, aku tak pernah tertawa dan aku paling pendiam di sekolah.
Suatu pagi ia datang lalu menyapa semua orang termasuk aku, “Selamat pagi Jack” sapanya, “mau apa kamu?” balasku, “Hanya menyapa saja”, lalu ia meninggalkanku.di sekolah dia tertawa terus-menerus sampai pulang sekolah pun ia tetap tertawa.Aku terus menyelidikinya, Gera akhirnya sampai di apartemen.
Selama beberapa menit aku terus melihat apartemen karena tak menyangka Gera akan tinggal di apartemen itu, lalu ada seorang ibu yang mendekatiku dan bertanya “kamu temannya Gera?” “Ya, apa Gera tinggal disini? Tanyaku, “ya, Gera tinggal disini, kasihan orang tuanya yang pergi keluar kota dan menitipkan Gera disini. Setelah itu aku  meminta izin kepada ibu itu agar diperbolehkan masuk.
Setelah bertemu denganya, Gera langsung menyapaku, “Hai Jack mau apa kamu kemari?”, “Aku hanya menengok.Hei, kamu buat komik ya? “ tanyaku, “Ya, aku sedang buat komik yang akan kuperlihatkan kepada semua anak di sekolah agar mereka tertawa.
Tiba-tiba ada suara langkah orang, wajah Gera pun terlihat pucat, “Kenapa kamu Gera?”, “Itu suara langkah  mereka” jawabnya sambil tegang, “Siapa yang kamu sebut mereka  ” tanyaku lagi, “Mereka biasa di sebut lintah darat, mereka suka meminta uang dari orang yang meminjam uangnya dengan paksa.Brraakkk! suara pintu  dibanting, “Hei, Gera mana orang tuamu?” tanyanya dengan bentak “Anu emm..... o..orang tuaku belum menelepon, nanti kalau sudah menelepon akan ku beritahu” jawabnya sambil gemetaran, “Kamu bohong ya?”, “Hei, tenang “ jawab teman di sebelahnya,  “Bagaimana kalau kita mainkan dia dulu, hah?” Wajahnya sambil meringis.
Tiba-tiba Gera dipukuli dua orang lintah darat itu berkali-kali sampai wajah Gera berdarah. Aku langsung menaiki punggung salah seorang dari mereka agar melepaskan Gera tapi tubuhku dibanting oleh orang itu lalu ia mau melemparkan pisau ke arahku tapi langsung dihadang badan Gera dan pisau itu mengenai ulu hatinya, kedua orang itu pun lari karena takut melihat Gera terkapar.
Gera pun tidak masuk sekolah  selama satu bulan karena menjalani operasi yang rumit di rumah sakit.Saat sepulang sekolah, aku langsung ke rumah sakit, lalu diberitahu nomor kamarnya.Saat masuk aku kaget melihat Gera, tubuhnya menjadi kurus, “Hai Jack apa kabar?” tanyanya dengan suara lirih, “Aku baik-baik saja kok”, “Haha..ha ayo tertawalah karena tertawa itu adalah  hal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia dan hanya hewan kelas tinggi yang bisa tertawa”.
Kata-katanya meresap di pikiranku, setelah pulang aku tetap memikirkan kata-kata Gera. Seminggu kemudian  Gera meninggal dan sebelum meninggal ada yang bilang tawa nyaringya yang khas itu terdengar oleh seluruh rumah sakit, aku sangat sedih mendengar itu, mulai sekarang aku akan menjadi hewan kelas tinggi yang bisa tertawa riang.
 

Posting Komentar