Review Iron Man 3

Tadi siang gue baru aja selesai nonton serial terbaru dari Iron Man, Iron Man 3. Dilihat dari trailernya sih gue sempet mikir kalau baju besinya itu bisa gerak sendiri. Lihat disini

Dan ternyata emang Tony Stark-nya yang gerakin secara virtual. Gue Cuma mau review beberapa aja tentang film ini, kalau semua takutnya yang belum nonton malah ngerasa gak seru.
Yang baru dari film ini adalah teknologi dari kostum Iron Man itu sendiri, kalau dulu di Iron Man 2 ada sekitar 4 Mark, kalau disini mencapai puluhan. Nah yang menarik dari film Iron Man adalah setiap rilis film baru, maka selalu ada teknoloogi baru yang dipamerkan. Sehingga memberikan kesan bahwa sosok Tony Stark memang seorang mekanik jenius dalam rekayasa teknologi.
Di film ini juga Jarvis, pelayan hologram Tony mulai berperan dalam menggerakkan kostum Iron Man sendiri tanpa perlu Tony di dalam kostumnya. Versi dari kostum Iron Man juga banyak, dari yang kasual, yang gagah, sampe yang kayak Hulk juga ada. Variatif dari kostumnya yang bikin keren.
Dan juga Tony Stark tidak menunjukkan keplayboyannya di film ini. Malah menunjukkan bahwa ia sangat ingin melindungi Pepper, dan Tony Stark juga lebih banyak beraksi tanpa kostum daripada ketika menggunakannya, memberikan kesan bahwa dia juga berani bila tanpa kostum.
Tapi gue juga ngerasa ada yang kurangdari film ini dengan film-film sebelumnya. Musuhnya. Kalau 2 film sebelumnya, bossnya adalah orang yang menggunakan kostum yang serupa dengan Iron Man, tapi film ini bossnya seperti terlalu Sci-Fi. Dalam arti kekuatan yang dimiliki oleh musuhnya adalah hal khayalan, seperti orang tersebut disuntik dan menjadi merah apii apabila dia marah, dan akan meledak dengan panas sampai 3000 derajat celcius kalau marahnya tidak bisa dibendung. Kesan kekuatan khayalan yang bikin gue ngerasa kurang di film ini, kalau aja musuhnya bikin kostum besi yang bisa memancarkan panas sampai 3000 derajat celcius sih masih tidak terlalu berkhayal
Tapi overall gue menikmati setiap adegan di film ini, terutama ketika para “auto-pilot Iron Man” datang dan mulai menghajar musuh.
Robert Downey Jr memang benar-bear pantas untuk menjadi sesosok Tony Stark, semoga kalau ada film Iron Man lagi, RDJ tetap dimainkan sebagai Tony Stark, jangan seperti film Spiderman 4.

4 komentar

Cuma mau nambahin aja.
itu musuhnya meledak bukan karna marah, tapi karena tubuh korban yang udah disuntik "Extrimis" engga nerima "Extrimis" itu ditubuhnya. CMIIW

Reply

Oke, thanks :)

Soalnya aku gak begitu "ngeh" sama power musuhnya yang sekarang

Reply

Film yg kedua aja keren apalagi yang kegita mas :)

Reply

Iya gan, actionnya lebih terasa memang :)

Reply

Posting Komentar