VoIP dan Ramahnya Apple Support

Sebenernya udah udah lama mau ngepost tentang ini, cuma lupa dan baru keinget pas gue lagi "bertapa" di kamar mandi. Ini mungkin menjadi sesuatu yang menarik bagi gue dan semoga ada pelajaran yang bisa kita ambil dari sini.

Jadi ceritanya gue lupa dengan security question Apple ID gue, nah karena gue bikin IDnya dengan wilayah US, soalnya bagi mereka yang tidak memunyai kartu kredit pasti tidak bisa beli app berbayar di App Store, tapi di toko-toko reseller Apple seperti iBox menjual yang namanya iTunes Gift Card yang berfungsi sebagai voucher untuk kita beli app, tapi Gift Card yang dijual di sini hanya tersedia untuk wilayah US dan Australia, dan juga pilihan aplikasi yang tersedia di store US lebih banyak dari wilayah Indonesia, dan supportnya untuk wilayah Indonesia juga belum ada.

makanya kalau ada apa-apa gue minta supportnya juga ke bagian US, nah ternyata untuk mengembalikan security questionnya harus telpon bagian Apple Supportnya dulu, biar bisa diganti.

Gue cengok juga, mana mungkin pulsa gue kuat buat nelpon kesana, niatnya gue mau bikin ID lagi, tapi ribet, dan saat itu gue inget pernah dikasih tahu tentang VoIP sama guru bahasa Inggris gue, yang katanya bisa telpon dengan biaya murah ke semua negara, tinggal tambahkan kode VoIP sebelum nomor yang dituju.

Akhirnya gue mencari cara nelpon dengan VoIP dan gue beraniin diri buat nelpon Apple Support. Setelah gue pencet-pencet hape gue, ternyata emang beneran tersambung, gue langsung nyiapin kamus disebelah gue, siapa tahu khilaf, jadinya gagu ngomong Inggrisnya.

Nah ketika sudah nyambung, tapi ternyata Apple supportnya belum buka, Gue baru inget kalau waktu disini dan disana itu beda. Jadinya gue nunggu agak maleman dan gue nelpon lagi

Telpon gue yang kedua, naymbung dan masuk, percaya sama gue kalau suara disana raamaaaahhhnya minta ampun, pertama suaranya tante-tante gitu, nanya-nanya kenapa gue nelpon ke sana, dan setelah gue njelasin masalah gue dengan grammar yang ala kadarnya, gue dihubungkan dengan teknisi yang bersangkutan, kali ini bapak-bapak.

Dan yang bikin gue heran adalah kesabaran dari orang tersebut, gimana enggak, gue tanya macem-macem dan sempet gue diemin sekitar 20 menitan karena gue belum siap online di depan komputer.

Apple : "Are you connect to internet?"
Gue    : "Nnnoo.."
Apple : "Well, are you in front of computer?"
Gue    : "Err..nooo. Do I have to connect to internet?"
Apple : "Yes, so I can help you to restore your security question"
Gue    : " (nyari laptop) Ok, wait a minute"
Apple : "Okay, take your time"

Suaranya friendly banget, gue suka ketika dia bilang "Okay, take your time" nadanya enak banget didengar.

Dan dia nuntun step by step dengan jelas dan rinci, biar gue gak salah.

Tapi gue deg-degan ketika dia tanya lokasi gue

Apple : "So, where are you now?"
Gue    : (mampus)"Emm...well I'm still in my vacation in Indonesia".

Gue bingung mau jawab apa, soalnya kalau ketahuan gue orang Indonesia yang pake ID US, bisa dibanned, makanya gue bilang aja kalau gue lagi liburan disini, gue mikir juga sih kalau dia tau lokasi gue dari nomor yang gue pake.

Setelah selesai dengan urusan gue, dia juga memberikan saran untuk pemulihan ID biar kalau adalah masalah gitu lagi, gak usah repot-repot nelpon kesana lagi. Seperti customer service lainnya dia menanyakan masih ada yang bisa dibantu.

Apple : "Is there anything else I can help for you?"
Gue    : "No, thank you..thank you very much for helping me"
Apple : "Okay, your welcome and have a nice trip"

Akhirnya gue tutup telpon dan masalah gue selesai, tapi yang bikin gue excited adalah cara dia ngomong ke gue, nadanya dan bahasanya, entah dia memang begitu atau dilatih untuk menjadi seperti itu, pokoknya cara ngomongnya udah kayak kenal gitu deh.

Dan yang bikin gue seneng lagi kalau VoIP ternyata murah men!
Gue nelpon sekitar setengah jam dan cuma ngabisin sekitar 12ribu
Cuma, kelemahan daripada VoIP ini adalah suaranya kurang jelas untuk didengar, agak kresek-kresek gitu kalau ngomong, jadi gue sering bilang "excuse me?" soalnya apa yang dia katakan sering gak kedengeran.
Dan juga kalau telpon dengan VoIP seperti ada jeda ketika kita berbicara, jadi agak lama suara dari sana yang nyampe di gue, gak kayak kita telpon biasa. Tapi overall gue seneng.

Yang bisa gue ambil dari sini adalah kita semua tahu Apple merupakan sebuah perusahaan teknologi raksasa, tentu usernya juga bejibun, dan yang nelpon support juga jelas bukan cuma gue, tapi para supportnya bisa tetap menjaga bahasa mereka, kesantaian dan keramahan walaupun gue yakin banyak sekali yang menelepon dalam satu hari.
Dan juga cara dia menjelaskan ke gue secara detail menandakan profesionalisme, keren dah pokoknya.


4 komentar

WOW, nice story.
:D

Reply

Hahaha :D


thanks gan :)

Reply

Sangat menginspirasi. Kenapa bikin ID-nya dengan wilayah US? Belum dijelaskan di artikel. ^_^ Kalo pake ID-Indonesia emang nanti yg angkat dengan orang yang bisa berbahasa Indonesia yah? :)

Reply

Oke, nanti saya tambahkan :D
Kalo ID Indonesia, belum ada support seperti yang US :)

Reply

Posting Komentar