NKRI Harga Mati!


Indonesia.. 


Dulu, waktu gue kecil, Indonesia di mata gue biasa-biasa aja. Dulu, di mata gue, semangat gue tentang Indonesia gak ada. Lambang Pancasila pun masih suka nyontek. Dulu, yanggue tahu tentang Indonesia cuma 6°LU - 11°LS dan 95°'BT - 141°BT.

Dulu gue mana peduli sama orang tembak-tembakan di jaman dulu yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Gue gak ada rasa terima kasihnya sama bangsa dan negara ini.

Entah mengapa, gue banyak berubah. Terutama semenjak Ibu gue menonton televisi ketika pengibaran 17 Agustus 4 tahun yang lalu di Istana Negara. Kalimat yang selalu gue ingat dan mengubah pandangan gue terhadap Indonesia...

Ibu dulu ingin jadi mbak Paskibra itu. Mbok kamu bisa kayak gitu.

Siapa sangka kalimat itu yang mengubah gue? Semenjak itu gue pingin jadi paskibra. Tata cara, tips-tips menjadi seorang Paskibra gue cari. Saat itu minat gue ke Indonesia memang masih setengah-setengah.



Setelah gue masuk SMA, dan ketika ada pembukaan seleksi Paskibra tingkat Kota Pekalongan.

Gue ikut.

  Hasilnya?  

Gue berhasil menjadi bagian dari anggota Paskibra yang sudah menyingkirkan sekitar 300 orang pendaftar dan hanya 27 yang diambil.

  Bangga?  

Bagi gue ini kebanggaan tersendiri. Orang lain mungkin akan menilai sepele, seperti halnya gue dulu. Gue gak cuma diajarkan baris-berbaris layaknya di sekolah. Gue juga diajarkan tentang Indonesia. Sejarah-sejarah, perang-perang, makna-makna merah putih, dan banyaaaaakk hal bermanfaat yang gue dapat selama jadi Paskibra. Sumpah. Gue tergugah.

  Gaya amat, apa yang bikin lo tergugah tentang Indonesia?  

Semangat. Gue paling terharu sama orang-orang yang semangat merah putihnya melebihi gue. Gue malu. Kalau ternyata selama ini gue hanya menjadi pemuda yang numpang tidur di negeri ini.


Cara pandang gue terhadap Indonesia mulai berubah, gue selalu bangga melihat bendera merah putih berkibar dan gue segan dengan orang-orang yang juga sama bangganya dengan merah putih. Gak semua orang bisa merasakan hal yang gue rasakan.

Gue juga gaktau kenapa gue bisa kayak gini, gue selalu tertarik dengan mereka yang dengan semangatnya begitu membanggakan Indonesia, pejuang, tentara, paskibra...


17 Agustus setahun yang lalu...


Gue berada di tengah lapangan. Mengerahkan semua kekuatan dan suara gue. Iya. Saat itu gue bertugas di lapangan Mataram Kota Pekalongan. Gue gak mikir suara gue habis, serak, dan jadi jelek nantinya. Yang gue pikirkan. Merah putih berkibar.

Bagi gue, Indonesia Raya itu suatu lagu yang luar biasa. Lirik dan nadanya, ketika kamu mendengarkannya dengan hati, yakinlah itu membuatmu menangis. :)

Yang jelek dari Indonesia? Banyak. Dari segi ekonomi, olahraga, korupsi, demo, bentrok, teroris, dan banyak hal jelek dari Indonesia yang bahkan diliput oleh negara lain. Tapi jika hanya karena itu semangatmu terhadap Indonesia menjadi turun, mending ganti kewarganegaraan. 

Gue selalu bangga dengan negara ini. Perjuangan menaikkan merah putih bukan perkara mudah. Mendapatkan 68 tahun kemerdekaan perlu sebuah perjuangan yang mengerikan. Kenapa kita tidak bisa berterima kasih kepada mereka yang membuat kita merasakan 68 tahun kemerdekaan? Atau mengapa kita tidak bisa ikut mengabdi dan berbakti kepada negara?

Dan gue ingin mengabdi kepada negara sebagai pilot angakatan udara, gue pingin naik pesawat F-16 dengan merah putih berkibar padanya, lalu gue bawa terbang keliling Indonesia agar orang-orang bisa melihat kibaran merah putih dari atas :')

Gue pingin bisa membanggakan negara gue ini. Mungkin pengetahuan gue tentang Indonesia masih sedikit, masih banyak orang yang lebih mencintai Indonesia daripada gue. Tapi gue selalu bangga dengan merah putih


...karena gue malu kalau hanya numpang tidur di negeri ini tanpa ikut mengabdi dan berbakti kepada merah putih."

bagaimana dengan 17-an di tempatmu? :)


2 komentar

Semoga semangat ini trs trbawa mpe akhir hayat.

Reply

Posting Komentar