[REVIEW BUKU] Negeri Para Bedebah


Entah kenapa baru-baru ini gue lagi nyari buku buat ngisi kegiatan gue di hari libur ini. Dan alhamdulillah buku yang gue dapet dari Gramedia ini menurut gue adalah buku terbaik yang pernah gue baca seumur hidup gue, dan gue recommended buat kamu-kamu yang memang suka baca.

Di review-review gue sebelumnya, seperti  biasa, gue gak bakal bahas banyak tentang buku ini, karena gak seru kalau kamu ngerti jalan ceritanya sebelum baca bukunya dan tentunya gue gak bakal bahas gimana bentuk bukunya, kualitas kertasnya, atau jati diri editornya.

Buku yang gue dapatdari rak best seller Gramedia Yogyakarta ini sukses bikin gue penasaran, secara gue tertarik dengan desain dan judul dari buku tersebut, dan sebagian dari penerbitnya, Gramedia. Yang gue tahu, setiap buku dengan penerbit Gramedia adalah buku-buku yang memang punya tingkat bahasa yang tinggi dan isi yang selalu  menarik. Pertama kali gue baca judulnya, yang keluar di kepala gue cuma dua: 1.) Indonesia 2.) koruptor. Iya, yang pertama gue pikirkan dari buku ini adalah lebih banyak membahas tentang  kejelekan Indonesia terutama koruptor ditambah dengan desain cover yang memperlihatkan orang berjas dengan topeng ala Pinokio yang mengartikan bahwa banyak orang berjas yang suka bohong.

Dan ternyata gue salah. Buku ini jauh lebih menarik dari yang gue kira, jauh lebih mengasyikkan dan menegangkan...

Pada awal buku ini membahas tentang karakter pemeran utama, Thomas.Seorang konsultan keuangan profesional yang tengah diwawancarai tentang perekonomian dunia yang mengalami krisis oleh seorang wartawan muda, Julia. Pada bab awal, ada beberapa kalimat yang gue harus membacanya berulang-ulang dan sampai membuka kamus untuk mencari istilah yang digunakan penulis. Namun, dengan begitu, akhirnya gue paham dengan apa yang dibahas, gue juga akhirnya paham tentang krisis perekonomian dunia. Yang gue pikirkan pada bab selanjutnya adalah buku ini memang akan lebih mengedepankan tentang hal yang berhubungan dengan keuangan. Tetapi, penulis membuatnya lebih ekstrim.

Bagaimana tidak? Penulis membuat Thomas, sang karakter utama yang awalnya hanya menjadi konsultan keuangan profesional menjadi seorang buronan polisi yang paling dicari di Jakarta. Berawal dengan kasus bangkrutnya Bank Semesta, bank milik Om Liem, Omnya Thomas, dan Thomas menilai bahwa kasus bank ini karena kesengajaan dari pihak yang ingin menghancurkan Om Liem dan mengambil semua kekayaannya. Karena keluarga Thomas termasuk orang yang berada, dia dengan mudah memilik banyak akses dan teman untuk melancarkan skenario untuk menyelamatkan Bank Semesta.

Nah, yang menarik dari buku ini adalah jalan ceritanya dan karakter Thomas. Jalan cerita yang menegangkan mulai dari melarikan Om Liem yang saat itu menjadi tahanan polisi, lari ke luar negeri, adu tembak, loncat dari pesawat yang melaju di runaway, hingga membunuh petinggi bintang tiga polisi dan jaksa senior. Tidak bisa terbayangkan bila semua kejadian tersebut memang terjadidi Jakarta seperti yang diceritakan di buku.

Thomas, walaupun seorang konsultan keungan, namun memiliki logika dan pemikiran yang cerdas dan cepat. Apresiasi untuk sang penulis, Tere Liye, yang bisa menghadirkan Thomas sebagai karakter yang sangat menakjubkan, bagaimana cara dia berpikir, cara dia bertindak, cara dia bernegosiasi dan mengancam orang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Uniknya, jalan cerita dalam buku ini tidak bisa ditebak, dan itulah menariknya, dengan tidak mudahnya cerita ditebak, maka kita akan terus penasaran dan terus membolak-balik halaman tersebut. Dan juga satu hal yang gue suka, ketika gue mambaca satu bab, disana terdapat dua jalan cerita, masing-masing menceritakan kejadian masa itu dan kejadian di masa lalu, kemudian dua kejadian tersebut akan bertemu di tengah bab atau di akhir, sehingga logika dalam setiap kalimat benar-benar membuat gue tercengang, kok bisa se-komplit ini?

Five stars for this book! Buku ini benar-benar bikin gue kagum, karena pemikiran dan action benar-benar ditonjolkan di sini dan itu adalah keunikan dari buku Negeri Para Bedebah ini.

Mungkin itulah kenapa disebut negeri para bedebah, karena memang pada kenyataannya di kehidupan kitayang biasa ini, ada orang-orang licik yang memanfaatkan negeri ini untuk berkuasa, menambah kekayaan, kecurangan, dan tidak pernah puas.

Menurut gue sih, jika cerita dari buku ini difilmkan,ini akan menjadi suatu film yang sangat luar biasa, bisa dibilang sebelas-duabelas dengan film seperti Sherlock Holmes yang notabene logika dan aksi lebih ditonjolkan. Semoga saja memang difilmkan.

Dan gue sedang menyelesaikan membaca buku lanjutannya, Negeri di Ujung Tanduk.

Mungkin itu saja yang bisa gue ceritakan, selanjutnya bisa kalian baca sendiri buku luar biasa ini. Happy reading :) 


"Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat." 





sudahkah kamu membaca buku Negeri Para bedebah? :) 

9 komentar

Ah pas banget, barusan ngepos tentang 10 buku favorit saya di 2013. Dan novelnya Kang Darwis Tere Liye ini masuk.
Mungkin lebih tepatnya kaya Da Vinci Code, soalnya plotnya super cepat gitu. Aksinya oke, dan dapat banyak pelajaran seputar ekonomi dan politik juga. :D

Reply

Memang luar biasa novel ini.
Wah...gue juga tadi mikir gitu, plotnya kayak Da Vinci Code :D
Oh ya makasih juga udah nambahin, gue lupa kalo ada sisi politik juga di novel itu :)

Reply

Reviewnya bagus. Jadi penasaran pengen baca juga..

Reply

Kalau soal politik mah banyaknya di buku kedua sih. Politik 2014 banget.

Reply

oh ya? belum selesai bacanya hehehe

Reply

Mampir dan tinggallkan jejak nyokk di www.catetan.deannsetiia.net:)

Reply

PAS! Tepat! Gue juga me-recommended-kan buku ini. Apalagi buku dari Tere Liye yang lainnya, termasuk "Negeri Di Ujung Tanduk" itu juga keren dan pesannya menggelitik.

Reply

Emang keren nih buku! Nah! Itu gue juga udah baca, tapi belum di review -_-

Reply

Haha gue juga belum selesai baca sih -.-

Reply

Posting Komentar