Siap Ngebut Belum Tentu Siap Ngerem Mendadak


Togar memacu motornya dengan cepat. Dua-tiga motor di depannya kini tertinggal jauh di belakangnya. Jalanan semakin lengang, semakin dia menarik gas motornya. Dia ingin lebih cepat sampai daripada teman-temannya. Sakin menikmati, lampu kuning berganti merah, mobil di depannnya berhenti, dengan kuat Togar mengerem motornya. Karena terlalu ngebut, Togar tidak dapat menghentikan motornya dengan benar. Ciiiiitttt....BRRAAKK!! Togar menabrak tukang batagor. Jempolnya keseleo.

Memasuki bulan Maret, semakin dekat dengan Ujian Nasional dan sudah mulai untuk pendaftaran SNMPTN. Semangat masih terus menggebu-gebu, mencari informasi tentang perguruan tinggi yang diinginkan. Tanya sana, tanya sini, mulai dari jurusan, biaya kuliah, tempat kost, sampai warung yang enak buat diutangi.

Mungkin seperti itulah gambaran keadaan temen-temen gue di sekolah, aktif banget nyari informasi perguruan tinggi dan jurusan yang diinginkan. Gue kadang malu sendiri, gue enggak seantusias temen-temen gue yang lain, gak se"ngebut" mereka yang mengejar cita-cita. Buku-buku merekapun beraneka ragam. Ada buku-buku SIMAK UI, UM UGM, SBMPTN, sampe ada yang kesingsal bawa buku resep masakan. Mungkin covernya sama.

Jadi, tiap ada waktu kosong, mereka ngerjain soal-soal yang ada di buku itu, gue juga heran , kenapa gue gak kayak mereka? Gue malah kalo waktu kosong, kalo gak tiduran ya ngupil. Maksud gue, kenapa gue gak se semangat temen-temen gue yang tiap hari berkutat dengan soal. Heran. Tapi gue punya pandangan lain..

Gue salut sama mereka yang antusias mengejar cita-cita mereka, apalagi mereka yang mau berbagi ilmu dengan teman-teman yang lain. Gue doain biar mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Yang penting kalau sukses tidak lupa teman.

Mungkin salah satu motivasi biar semangat masuk perguruan tinggi adalah mengingat hal-hal yang berhubungan dengan universitas tersebut. ada yang logo univnya dijadiin wallpaper, ada yang nggambar logonya di di buku, ada juga yang minjem jas almamater kakak kelas, dipake, difoto, terus jadiin foto profil. #ehm.

Gue cuma senyum aja kalau ada temen yang kelakuannya gitu, tapi ada satu hal yang selalu gue pikirin, dan sebenernya selalu pingin gue tanyain ke temen-temen..

Siap untuk ngerem mendadak?
Ngerem mendadak? Maksudnya?
Kalo gue analogikan temen-temen gue yang antusias ini adalah seperti Togar yang ngebut, temen-temen gue juga lagi ngebut, ngebut untuk mencapai tujuan, ngebut untuk mencapai cita-cita biar cepet sampai, nyalip semua temen-temen lain yang jadi saingannya. Baik? Baik.

Tapi ketika ada sesuatu yang menghalangi, sesuatu yang membuatmu menurunkan kecepatan bahkan mengerem dengan kuat, sebagai contoh, kemungkinan terburuk adalah tidak diterima di  universitas yang diinginkan, apakah siap? Belum tentu.

Ada orang yang begitu percaya diri masuk ke sebuah jurusan, belajar mati-matian, tetapi pada kenyataan, tidak diterima di jurusan tersebut. Orang tersebut stres, banyak pikiran, tidak kuat menerima kenyataan, akhirnya bunuh diri.

Banyak kok, orang yang siap dan optimis mengejar cita-cita tapi melupakan hal sepele ini: Gagal. Memang tidak ada kata gagal dalam kamusmu, tetapi ada dalam kamus Tuhan. Dan Tuhan menggagalkan kita, supaya kita belajar, supaya kita berhati-hati, supaya kita mengambil hikmah dari perjalanan kita menuju ke sana.

Saran gue sih, hati-hati dalam mengejar apa yang kamu inginkan, kejar sewajarnya, salip sewajarnya, ketika disuruh berhenti terlebih dahulu, maka turuti, jangan kau terobos. Apa yang kita inginkan belum tentu baik di mata Tuhan.

Tapi tenang, setiap kita mencoba ngebut, dan ternyata ada jalan buntu, Tuhan selalu membelokkan "motor" kita ke jalan yang lebih baik, jalan tol. Mulus dan bebas hambatan.

Tetap semangat, jangan menyerah, putus asa termasuk dosa besar.




apakah kamu sudah siap ngerem? :)

Posting Komentar