Curhatan Peserta UN 2014


Finally! setelah sekian lama gue gak ngeblog gegara gue (nyoba) fokus sama Ujian Nasional, sekarang gue udah bisa istirahat dan nulis blog lagi :)
Hari ini gue mau nulis tentang UN kemarin yang menjadi tren di media maupun jejaring sosial. Mau curhat juga sih..

Gue adalah salah satu peserta Ujian Nasional 2014 yang merasakan kekecewaan dengan soal-soal yang diujikan dalam UN kali ini. Walaupun gak semuanya buruk, tapi gue mau berbagi tentang hal ini kepada adik-adik gue yang bakalan ngerasain UN 2015 (kalo ada) biar bisa lebih siap.

Di sekolah gue, pembahasan dan latihan soal UN sudah dimulai sejak semester 1 kelas 3, ditambah dengan jam tambahan yang diadakan pada pagi hari, waktu itu hujan sering mengguyur kota Pekalongan. Gue dan temen-temen gue sudah banyaaakkk sekali belajar soal-soal UN, mulai dari soal-soal tahun lalu, tahun lalunya lagi, buku Detik-Detik Ujian Nasional, buku Seri Pendalaman Materi (SPM), soal simulasi ujian nasional dari Erlangga, dan beberapa kali Try Out. Saking seringnya mengerjakan soal, kami sampai bingung mau ngerjain apa lagi, udah dikerjain semua. Doa dan motivasi pun membuat kitta mantap menghadapi UN nanti.

Pada hari H, ternyata soal yang diujikan diluar dugaan gue, lebih sulit dari soal prediksi dan soal tahun lalu, gue sampai bingung soal ini dari materi apa, bab berapa. Ditambah dengan pernyataan Muhammad Nuh setelah pelaksaan UN hari pertama, bahwa soal UN tahun ini setara dengan ujian dunia.

Gue sampai mikir, apa gue kurang belajar, apa gue emang bodoh. Gue kira cuma gue yang ngerasain, ternyata banyak juga temen-temen gue yang gak bisa, dan setelah gue cek Twitter, banyak juga keluhan-keluhan siswa tentang UN tahun ini, sampai-sampai mereka mention ke Menteri Pendidikan. 


Ini gue dapet dari Kaskus, linknya bisa dilihat di sini

Yang gue sayangkan di sini adalah, Pak Nuh ngotot tetap mengatakan bahwa tingkat kesulitan UN tahun ini sama dengan tahun lalu yang jelas tidak sama.

Dan setelah gue menghadapi 3 hari melelahkan, inilah ulasan gue tentang soal-soal yang diujikan kemarin. Semoga bisa buat bahan bacaan adik-adik.

 Bahasa Indonesia  
Melihat dari segi soal, soal-soal Bahasa Indonesia tahun ini lumayan mirip dengan kisi-kisi dan soal prediksi, walaupun ada soal tentang puisi kontemporer yang gak pernah gue temui. Masalahnya di sini adalah, pilihan jawaban yang dirasa sangat mirip. Biasanya kalau gue ngerjain, gue bakal coret jawaban yang tidak relevan sehingga menyisakan 2 opsi, lalu gue kembangin 2 jawaban tersebut lebih dominan yang mana. Tapi pada UN kali ini, gue sampe nemuin 4 jawaban yang mirp, ini butuh ketelitian yang luar biasa.

Ada pula masalah tentang masuknya Jokowi ke dalam soal UN, kebetulan gue dapet soal ini, soal tentang keteladanan Jokowi. Dalam teks tersebut, disebutkan profil Jokowi dan masalah yang dihadapinya dengan buruh terkait UMP. Dan ini menjadi berita media karena dianggap sebagai kampanye praktis. Waktu itu gue masih pusing-pusingnya jadi gak mikir sampai situ. 

 Biologi 
Ini termasuk soal yang gue anggap sulit, beberapa SKL tidak keluar dalam soal gue. Gue jujur enggak bisa ngerjain ini, hampir setengahnya gue ngarang! Soal yang gak pernah gue lihat pun ada di sana. Emang sih materi biologi itu banyak dan luas.

 Matematika 
Dari soal sih lumayan sama dengan kisi-kisi yang diberikan, gue juga ngerasa familiar dengan jenis soal dan pertanyaan, agak sulit memang dan ada satu-dua soal yang tidak ada di SKL. Gue juga sempet stuck di penghitungan integral. Banyak juga jawaban yang menjebak kalau tidak teliti. Ditambah gue panik pas waktu kurang 5 menit dan jawaban gue masih kosong sepuluh..

 Kimia 
Padahal ini adalah mata pelajaran UN yang gue harapkan bisa dapat 100, tetapi setelah liat soalnya yang masyaAllah, gue gak bisa apa-apa. Dua halaman pertama alhamdulillah gue lancar, setelahnya gak tau. Gimana enggak? banyak jenis soal yang belum pernah gue lihat keluar dari sekian banyak soal yang pernah gue kerjain. Contohnya nih soal tentang polimer. Semua soal-soal latihan yang gue kerjain, pertanyaannya biasanya tabel antara monomer, cara pembuatan, dan kegunaannya. Di soal UN kemarin, disedian rumus senyawanya dan ditanyakan nama polimernya apa dan kegunaannya. Gue gak tau dan gue gak pernah baca. Mungkin masalah di kimia ini, kisi-kisinya sama, hanya saja jenis soal dan pertanyaannya benar-benar beda dari yang sering dilatihkan.

 Bahasa Inggris 
Mungkin ini satu-satunya pelajaran yang gue anggap normal, pertanyaan sesuai dengan yang biasa dilatihkan, soal listening juga sama jenisnya dengan tahun lalu. Walaupun bacaannya lumayan panjang dan opsi jawabannya sama kayak Bahasa Indonesia, mirip-mirip. Katanya, nama Jokowi kembali muncul dalam soal ini.

 Fisika 
Bagi gue, soal ini juga lumayan, tidak melenceng dari kisi-kisi dan jenis soalnya pun sama dengan yang ada di buku-buku prediksi. Ya walaupun ada jenis soal yanggak pernah gue lihat, tapi kalau tau rumus dan konsepnya, masih bisa terjawab kok.

Memang soal-soal tahun ini diluar dugaan, diluar prediksi. Mungkin karena faktor UN kali ini juga digunakan sebagai syarat masuk ke perguruan tinggi, sehingga dosen ikut andil dan soal dipersulit. Yang gue sayangkan adalah hal seperti standar internasional soal tidak disosialiasikan terlebih dahulu, malah baru dibeberkan setelah hari pertama UN. Ini loncatan yang signifikan.

Menurut gue sih bukan masalah standar soal, tetapi apakah siswanya sudah mampu dan siap dengan jenis soal seperti itu yang jelas berbeda dari tahun kemarin? Ditambah dengan soal yang menyimpang dari kisi-kisi padahal harusnya kisi-kisi tahun ini sama dengan tahun lalu.

Tapi gue gak mau cuma ambil sisi negatifnya, pasti ada maksud baik yang belum kita lihat dari perubahan ini.

Sisi positifnya, dengan tingkat kesulitan soal UN tahun ini membuat mereka para oknum juga memerlukan waktu lebih dalam membuat kunci jawaban. Dan dengan sulitnya soal, hanya ada dua kemungkinan kalau nilainya bagus, dia memang anak pinter atau dia beli kunci jawaban. Sehingga, memudahkan pihak universitas dalam memilih calon siswanya. kalau soalnya gampang kan pihak univ susah milih siswa yang jujur dan tidak. Dengan sulitnya soal ini pula, kita mulai bisa mengira-ira bagaimana soal -soal dalam ujian masuk universitas nanti.

Tetapi ada juga sisi negatifnya, seperti yang gue sebutkan diatas bahwa ini benar-benar diluar prediksi tentang jenis soal dan kesulitannya walaupun Pak Nuh ngotot bahwa tingkat kesulitan UN tahun ini sama dengan tahun lalu. Dan juga tidak adanya sosialisasi tentang standar soal jauh hari sebelumnya. Karena jika tingkat kesulitan dan standar soal ini tetap dipertahankan, bahkan tiap tahun ditingkatkan, gue yakin jumlah siswa yang membeli kunci jawaban akan semakin marak. Semoga ini bisa menjadi koreksi untuk Kemendikbud.

Pesan gue buat adik-adik, jangan terpaku hanya dengan mengerjakan soal latihan UN, baca juga materinya. Karena kalian tidak akan tahu materi yang mana dan jenis soalnya seperti apa. Memang banyak, tetapi daripada kejadian ini dialami oleh kalian? Dan ingat, tetap jujur! Kalian hanya perlu berusahan dan berdoa, urusan hasil bukan tugas kalian, itu tugas Allah SWT.

Apapun hasilnya, terimalah. Itulah hasil usahan dan kerja kita selama belajar di SMA. Semoga semua peserta UN 2014 bisa lulus SMA dengan nilai yang sesuai dengan harapan dan dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Aamiin.





Bagaimana dengan UNmu? :)

8 komentar

Gue juga pernah denger berita tentang kunci jawaban yang diperjualbelikan. Setuju banget sama paragraf ke 2 dari akhir.

Reply

Dan kalau tingkat kesulitan ini dipertahankan, tahun depan yang beli kunci makin banyak.

Reply

Gue turut prihatin dengan anak2 SMA yang terutama sama kayak lo Dit. Walaupun gue SMK, tapi ngeliat temen2 gue nangis waktu ngerjain soal itu sama sakit hatinya dan sama sedihnya. Semoga hasilnya ttp yang terbaik dah! :)

Reply

Wah soal SMK juga susah ya? Yah semoga baik ya. Aamiin :)

Reply

Besok gausah beli kunci, beli orang aja sekalian buat ngerjain ujian. :v

Reply

semoga untuk kedepan nya jauh lebih baik

Reply

kak emang soal2 dari buku detik2 mirip2 sama soal yang di un? -peserta un 2015 (btw sekalian doain ya kak semoga un saya bagus hehe)

Reply

Posting Komentar