Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa


Jika kita mendengar istilah “Pahlawa Devisa”, maka kita pasti berpikir bahwa itu merujuk pada TKI yang bekerja di luar negeri. Mengapa TKI? Karena TKI digaji dengan mata uang tempat dia bekerja, misal dia bekerja di Arab Saudi, maka dia akan dibayar dengan mata uang Riyal. Nah, tentunya TKI akan mengirim uang yang didapat untuk keluarga yang ditinggalkan di Indonesia, kan? Ketika uang sudah ada pada keluarga, maka keluarga akan menukarkannya di bank. Nah, kurs mata uang luar negeri ke mata uang rupiah akan akan masuk dalam pendapatan negara dalam bentuk devisa. Maka, semakin banyak TKI yang bekerja di luar negeri, semakin banyak devisa yang masuk ke negara kita.

Apakah hanya TKI saja yang disebut pahlawan devisa?

Tentu tidak! Ternyata mahasiswa pun bisa menjadi pahlawan devisa bagi Indonesia!

Mahasiswa, pelajar yang fungsinya tidak hanya menuntut ilmu layaknya siswa di tingkat SD, SMP, SMA. Mahasiswa adalah anggota dari suatu masyarakat tertentu yang merupakan “elit” intelektual dengan tanggung-jawab terhadap ilmu dan masyarakat yang melekat pada dirinya, sesuai dengan “tridarma” lembaga tempat ia bernaung. Fungsi mahasiswa adalah sebagai agen, yang memiliki tugas untuk membuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa dan negara.

Bagaimana mahasiswa menjadi pahlawan devisa? Salah satu caranya adalah dengan berbisnis.

Lho? Kan cuma mahasiswa, ilmu bisnis belum ada, mau bisnis apa?

Sebenarnya banyak sekali peluang bisnis yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Sekarang kita bahas dulu tugas, tanggung jawab, dan peluang mahasiswa dalam bisnisSeperti yang saya jelaskan di atas, bahwa mahasiswa selain belajar, juga punya tugas dan tanggung jawab yang besar. Malah, tugas utama yang seharusnya belajar bisa bergeser menjadi tugas yang kesekian kalinya. Bahkan terkadang kita temukan adanya kesan over fuction dari mahasiswa yang ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu sehingga tugas utamanya untuk belajar diabaikan.

Dalam konteks tugas dan tanggung jawab ini, mahasiswa dapat membantu dalam masalah-masalah :

  • Pengembangan pemikiran dan penalaran mahasiswa (Structured Ideas and Reasoning);
  • Minat dan kegemaran mahasiswa (Student Interest);
  • Kesejahteraan mahasiswa(Student Walfare).

            
            Artinya apa? Mahasiswa tidak cukup jika hanya belajar di kampus, atau istilah sekarang adalah kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah pulang). Mengembangkan pemikiran dan penalaran adaah salah satu pembelajaran yang tidak akan pernah ditemui di kelas, kampus, bahkan universitas manapun. Karena pembelajaran ini hanya bisa ditemukan ketika kita out of the box, ketika kita mencoba mencari tahu sendiri, ketika kita melakukan eksperimen, penasaran terhadap sesuatu. Maka pemikiran dan penalaran akan muncul dengan sendirinya.
            Hal yang sama juga berlaku untuk minat dan kegemaran. Universitas tidak akan menunjukkan kalian sukanya apa, bisa apa, karena minat dan kegemaran adalah bakat, dan bakat adalah salah satu anugerah yang Allah berikan kepada setiap mahkluknya, bakat menandakan kita berbeda dari orang lain. Maka ini harus digali sendiri.
            
Tugas yang berat ya?

            Kembali lagi ke masalah mahasiswa dan bisnis. Kenapa harus bisnis? Satu, tidak semua mahasiswa bisa membagi waktu dengan kerja part time. Kedua, cari kerja susah! Karena cari kerja susah, maka dari itu kita bikin kerja dengan bisnis. Seperti yang dikatakan Bob Sadino :

            Setinggi apapun pangkat/jabatanmu, kamu tetaplah karyawan. Sekecil apapun bisnis/usahamu, kamu tetap bosnya.

            Oleh karena ini, kali ini kita harus menggabungkan antara mahasiswa dan jiwa entrepreneurship. Jiwa entrepreneurship bukanlah bakat yang dimiliki seseorang dari lahir, namun jiwa yang perlu dimunculkan pada diri semua orang melalui latihan-latihan nyata dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan adanya latihan tersebut dapat menimbulkan minat dan motivasi termasuk memunculkan kemahiran dalam menangkap peluang-peluang yang ada disekitarnya untuk dijadikan bahan dalam pengembangan wirausahanya.
            
            Sebenarnya, hal seperti ini sungguh menguntungkan bagi mahasiswa informatika. Kenapa? Karena sekarang kerja gak harus datang ke kantor, bikin toko tidak perlu membeli tanah, dekor sana sini, cukup dengan pemanfaatan teknologi dan komunikasi yang ada sehingga dapat dengan mudah menerapkannya untuk menjadi seorang yang berjiwa entrepreneurship misalnya dengan cara membuka toko online yang memasarkan produk-produk utama yang diperlukan masyarakat.
            
            Kenapa harus dengan online? Karena praktis, akses pasar luas, dan mudah bagi mereka yang baru memulai untuk bisnis, terutama mahasiswa. Sekarang kita akan melihat perbandingan antara model bisnis tradisional dan online/digital :

Model Bisnis Tradisional :
  1. Proses bisnis dilakukan secara tradisional, dimana pembeli bertemu dengan penjual dan melakukan transaksi secara langsung
  2. Promosi atau pemasaran dilakukan dengan menggunakan brosur – brosur, pmflet dan menggunakan spanduk
  3. Pembukuan atau pencatatan dilakukan secara manual menggunakan sistem pembukuan atau rekapan manual
  4. Biasanya memerlukan biaya yang tinggi dan birokrasi yang rumit dan memakan waktu yang lama
  5. Persaingan pasar kurang kompetitif, apalagi dijaman teknologi informasi seperti saat ini.

Model Bisnis Online
  1. Biaya yang digunakan untuk memulai usaha sangat murah
  2. Penilaian terhadap produk menjadi lebih independen, karena pelanggan dapat dengan leluasa memilih barang yang ingin dibeli.
  3. Harga yang ditetapkan tetap sehingga tidak ada tawar menawar antara pembeli dan pelanggan, ini dapat menyebabkan negosiasi dan penawaran menjadi standar.
  4. Permintaan terhadap produk baru menjadi lebih mudah
  5. Alur informasi menjadi lebih terstruktur dan transparan
  6. Promosi menjadi lebih mudah dan lebih luas, dan juga lebih sedikit mengeluarkan biaya.
  7. Transaksi pembayaran dapat dilakukan langsung melalui website, sehingga pengunjung tidak perlu berpergian atau bertemu langsung dengan penjual, cukup hanya dengan melakukan transaksi melalui website.
  8. Pengunjung atau pembeli dapat melihat langsung barang mana yang menjadi best seller dari setiap website, sehingga dapat memutuskan barang atau produk yang benar benar berkualitas.

Selain itu, banyak sekali manfaat yang bisa di dapat dengan bisnis online :

Manfaat untuk perusahaan
  1. Jangkauan menjadi lebih luas
  2. Pengurangan biaya oprasional
  3. Pemodelan bisnis yang modern
  4. Penambahan waktu untuk penjualan, karena bisa dilakukan 24 jam
  5. Efisiensi dalam pengadaan produk
  6. Informasi yang up to date mengenai produk, barang atau jasa
  7. Tidak harus membayar pajak biaya usaha atau fisik kepada pemerintah

Manfaat untuk konsumen
  1. Efisiensi waktu dan tempat, usaha bisnis online dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja
  2. Pilihan produk dan jasa lebih banyak, karena konsumen dapat melihat beberapa website dan dapat membandingkannya sebelum melakukan pembelian
  3. Pengiriman produk lebih cepat dan juga penyampaian informasi dapat dilakukan lebih cepat
  4. Pelanggan dapat pula bergabung dengan suatu komunitas seperti forum – forum
  5. Pembelian dapat dilakukan sesuai dengan keinginan konsumen
  6. Pembelian tidak dikenai pajak penjualan, sehingga ini dapat menguntungkan konsumen

Manfaat untuk masyarakat
  1. Dengan banyaknya masyarakat yang beralih ke bisnis online maka akan dapat mengurangi jumlah polusi, masyarakat yang biasanya bepergian dengan menggunakan kendaraan bermotor untuk melakukan transaksi kini mulai berkurang.
  2. Selain mengurangi polusi tentunya juga dapat mengurangi pengunaan bahan bakar minyak
  3. Dengan berkurangnya jumlah kendaraan bermotor, ini juga akan mengurangi jumlah kemacetan dijalan
  4. Karena semakin mudahnya untuk melakukan transaksi, maka ini dapat meningkatkan daya beli konsumen
  5. Transaksi atau bisnis online ini juga dapat mengurangi pengangguran, karena semakin banyak lahan pekerjaan yang terbuka, selain menjadi penjual, juga akan menambah lahan bagi sales dan marketing secara online dan juga reseller – reseller produk secara online.
  6. Bisnis online juga dapat meningkatkan daya kreativitas masyarakat.
Bisnis online lebih mudah untuk memulai, kan?  Juga tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi, diperlukan tingkat keseriusan yang sama seperti membangun toko nyata.

            Sekarang, kita akan bahas tentang iklan. Tentunya ketika kita mempunyai toko dan produk atau jasa, kita akan mencoba memasarkannya dengan iklan agar semua orang tahu dan tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Kelebihan iklan dengan metode bisnis online adalah jangkauan iklan kita akan lebih luas dibandingkan dengan bisnis tradisional, kita sebut ini dengan Global Advertising
            Nah, kita tidak bisa dengan begitu saja membuat iklan yang kita mau, kita pun tidak bisa sembarang menawarkan produk atau jasa ke orang-orang. Kita akan melakukan global advertising berdasarkan segmen pasar. Segmentasi pasar adalah pembagian suatu pasar yang heterogen kedalam satuan-satuan pembeli yang homogen, dimana kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sasaran pasar yang dicapai dengan marketing mix tersendiri.
            Salah satu cara dalam mengadakan segmentasi pasar adalah dengan membagi segmen pasar berdasarkan sembilan kategori berikut :

1. Geografi
Segmentasi geografi akan membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografi yang berbeda-beda seperti negara, negara bagian, wilayah, kota, dan desa. 

2. Demografi
Pasar dibagi menjadi grup-grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama. Mengapa harus disertakan? Karena adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.

3. Psikografi
Ciri-ciri psikologis berkenaan dengan inner atau kualitas intrinsic dari consumer individual. Strategi segmentasi konsumen kadang-kadang didasarkan pada variabel psikologis yang spesifik.
Konsumen dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang-orang yang memiliki usia, penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam merespon suatu stimuli pemasaran. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui kelas sosial (social class), gaya hidup (lifestyle), nilai-nilai kehidupan yang dianut (value) dan kepribadian (personality).

4. Sosiocultural
Variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) merupakan variabel sosiokultural, meyediakan dasar lebih lanjut untuk segmentasi pasar. Untuk segmen pasar yang sukses dibagi lagi dalam segmen sesuai dengan tahap pada :
  • Daur hidup keluarga
  • Kelas sosial
  • Budaya dan sub budaya dan
  • Lintas budaya atau segmentasi pemasaran global


5. Segmen hubungan menggunakan cara ekstrim
Sebuah cara ekstrim yang popular dan bentuk efektif segmentasi untuk kategori penggunaan merek, seperti :
  • Tingkat penggunaan : perbedaan segmentasi antara pengguna berat, pengguna sedang, pengguna ringan dan bukan pengguna untuk sebuah produk, jasa atau merek khusus
  • Tingkat kesadaran : kesadaran konsumen pada produk, tingkat ketertarikan pada produk, kesiapan membeli produk atau apakah konsumen butuh informasi tentang produk menyangkut semua aspek kesadaran
  • Loyalitas merek : kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk segmentasi. Pemasar kadang mencoba untuk mengidentifikasikan karakteristik konsumen yang loyal merek tentu mereka bisa langsung menjadi pendukung promosi mereka ke orang dengan karakteristik yang sama dalam populasi yang lebih besar.

6. Segmen situasi penggunaan
Pemasar mengenal bahwa kesempatan atau situasi kadang-kadang menentukan apakah konsumen akan membeli atau mengkonsumsi. Untuk alasan ini mereka kadang-kadang focus pada situasi penggunaan sebagai sebuah variabel segmentasi. Segmentasi berdasarkan kesempatan dapat membantu perusahaan memperluas penggunaan produk.

7. Segmen benefit
Bentuk segmentasi yang kuat adalah dengan mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Eksekutif pemasaran dan periklanan secara konstan mencoba mengidentifikasikan sebuah keuntungan paling penting dari produk atau jasa yang akan menjadi sangat berarti bagi consumer. Sebuah studi yang meguji apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer, terindenfikasi lima kenutungan strategic brand yaitu :
  • Fungsional (contoh kualitas)
  • Nilai uang
  • Manfaat sosial
  • Manfaat emosi positif
  • Manfaat emosi negative

Segmentasi benefit bisa juga digunakan untuk bermacam-macam posisi merek dalam kategori produk yang sama.

8. Segmen hybrid
Pemasar secara umum membentuk segmen pasar dengan kombinasi beberapa variabel segmen berdasarkan sebuah segmen tunggal. Segmen geodemografis, adalah sangat berguna bagi ketika sesesorang pengiklan atau pemasar menemukan prospek terbaik (kepribadian, tujuan dan ketertarikan) bisa diisolasi di mana mereka hidup. Segmen lintasbudaya & global marketing merupakan segmen geodemografis.

9. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

Nah, tadi udah bahas tentang cara berbisnis online, sekarang kita bahas implementasi e-bussiness yang tepat bagi mahasiswa. Sebenarnya banyak referensi yang bisa dilakukan. Misal, online shop pakaian, kita hanya perlu beli domain, pasang CMS, upload katalog pakaian, pasarkan. Mungkin jasa pembuatan software/program, kita bisa menggunakan media sosial LinkedIn untuk memasarkan jasa kita. Bisa juga bersama dengan teman membuat sebuah e-book pembelajaran, atau lebih sederhana, bisa dengan memasang iklan di blog atau YouTube dengan adsense. Pembayaran tergantung berapa banyak viewers yang mengklik iklan kita.
            Kenapa dengan ini bisa membantu devisa negara? Karena kita dibayar dengan mata uang negara yang memesan produk/jasa kita, sehingga ketika kita tukarkan penghasilan kita, seperti yang saya jelaskan di awal, kurs mata uang luar negeri ke mata uang rupiah akan akan masuk dalam pendapatan negara dalam bentuk devisa. Artinya, kita sudah membantu pemerintah dalam meningkatkan devisa negara.

Bagaimana? Tertarik mencoba? :)



            
Rujukan :





Posting Komentar