Review: Film '2014'


Pertama kali gue lihat judul film '2014' ini dari aplikasi sinema di bagian coming soon, awalnya gak begitu merhatiin sih. Waktu gue nonton TV, yaa...nonton program TV lebih tepatnya, kalo nonton TV kayak orang kurang kerjaan. Ternyata cuplikan film atau trailer-nya keluar di salah satu stasiun TV. Gue perhatiin isinya tentang permasalahan politik yang terjadi di Indonesia. Permasalahan yang udah terjadi di tanah air sejak dulu, siapa menguasai siapa. Yang bikin gue tertarik adalah tagline 'Siapa di atas presiden?', Wiihh...gue langsung ngebet pengen nonton! Gue emang suka sama film yang bertema Indonesia, bisa sejarah ataupun keadaan Indonesia kayak film Merah Putih, Hati Merdeka, Habibie dan Ainun, Soekarno, makanya gue pingin nonton film ini. Akhirnya, sehari setelah tanggal rilis, gue langsung nonton di bioskop. Sendirian. Iya. Anu. Sendirian.


Bukannya gue gak ajak temen, cuman pas gue ajak, pada mau nontonnya yang jam sore atau malem, karena gue udah penasaran banget sama filmnya, ya gue kesana aja sendiri. Oh iya, buat kamu yang belum nonton atau tahu tentang film '2014' ini, gue kasih trailernya nih:


Dan ini sinopsis yang gue sadur dari Wikipedia:
Ricky Bagaskoro (Rizky Nazar) siswa SMA tingkat akhir yang sedang mengalami dilema. Antara mengejar mimpinya menjadi pengajar bagi anak-anak terlantar atau harus mengikuti keinginan ayahnya, Bagas Notolegowo (Ray Sahetapy), untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya. Bagas berharap Ricky akan mengikuti jejaknya menjadi seorang Politikus. Bagas sendiri adalah seorang ayah yang sedang berjuang menjadi presiden Indonesia periode 2014-2019 menggantikan Presiden Jusuf Syahrir (Deddy Sutomo).
Persaingan menuju kursi kepresidenan sangat ketat antara Bagas Notolegowo, Faisal Abdul Hamid (Rudy Salam) dan Syamsul Triadi (Akri Patrio). Pada semua tahapan diperlukan kehati-hatian. Namun ternyata Bagas kurang waspada. Satu keputusan sederhananya membuat semua impiannya porak-poranda. Menjungkir balikan keaadaan hanya dalam sekejap.
Kehancuran Bagas membangkitkan keingintahuan Ricky untuk menelusuri kasus tersebut. Upaya ini mempertemukan Ricky dengan Khrisna Dorojatun (Donny Damara) seorang pengacara idealis dan bersih yang banyak memenangkan kasus-kasus kemanusiaan. Selain itu Ricky juga mulai dekat dengan Laras (Maudy Ayunda), anak Khrisna Dorojatun.
Ricky dan Laras kerap kali merepotkan pihak kepolisian, terutama iptu Astri (Atiqah Hasiholan). Kehidupan keduanya terancam. Ternyata ada pihak ketiga yang terlibat pada kasus ini. Siapakah mereka? Lalu apa peranan Satria (Rio Dewanto), pria muda yang selalu berada pada banyak tempat di kasus ini.
Well, Gue gak mau spoiler banyak tentang film ini, karena gue yakin semua orang gak suka dikasih tau plot-plot film sebelum mereka nonton sendiri. Gue kasih gambaran besarnya aja apa yang ada di film ini.

Yang pertama tentu politik,  film ini membawakan keadaan politik di Indonesia saat pemilihan umum akan dilaksanakan, dalam kampanye para calon, tidak semuanya menggunakan cara yang bersih, bahkan lebih banyak menggunakan jalan pintas. Uang. Pun film ini menyindir hukum di Indonesia yang tidak tegas dan pilih kasih. Terlihat juga bagaimana orang-orang yang punya jabatan bisa "menyetir" orang yang mereka mau, termasuk media. Sesungguhnya banyak sindirian-sindiran dalam hal ini, yang sebenarnya adalah fakta.

Kedua adalah drama, keresahan yang dirasakan oleh keluarga Bagas Notolegowo, karena sebagai calon presiden, ia difitnah dan dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan. Ada pula ketika Laras kehilangan ayahnya yang berperan sebagai pengacara Bagas Notolegowo. Yang bikin gue kasihan waktu banci yang nyoba nolongin Ricky dan Laras waktu dikejar, dijebak oleh bawahan Satria dan..dibunuh. Padahal orangnya lucu :(

Ketiga adalah action, ini adalah part yang gue suka, gue gak pernah mikir dalam film politik, bisa ada adegan fighting di dalamnya. Gue suka banget part berantem antara Iptu Astri menghajar beberapa orang yang berusahan membunuh Ricky dan Laras. Adegan kejar-kejaran antara Khrisna dan Satria, ketika Satria mencoba membunuh Khrisna dan Ricky hingga mobil yang dikendarai Khrisna terbalik dan Khrisna mati karena ditembak. Favorit gue waktu adegan fighting terakhir di atap gedung antara Satria, Astri, dan satu bripda yang membantu Astri, udah kayak fighting di film The Raid. Dan Maudy Ayunda yang berperan sebagai Laras sampe pegang senjata! Uhuy! Gak nyangka gue film bertema politk bisa sampai segitunya, ini hampir kayak cerita di buku Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk-nya Tere Liye. Mungkin gue bisa sebut ini sebagai Politaction haha.

Yang terakhir adalah love. Hooh. Cinta. Ketika Ricky dan Laras berusaha menyelesaikan kasus yang menimpa ayah Ricky dan Laras, ternyata ada chemistry antara keduanya. Ini juga gue suka, diantara ketegangan yang sedang terjadi, cinta bisa saja datang. Nice touch.

Mungkin itu aja yang bisa gue share ke kalian tentang film baru ini, penilaian gue? 5 gold stars for this movie! Keren deh pokoknya! Very recommended.

Terakhir, ada quote yang gue suka dari film ini,
Bukan masalah besar kecilnya musuh, tapi berani gak kita ngelawan   -Ricky Bagaskoro.

Oke, buat yang udah nonton jangan lupa thumbs up, dan buat yang belum, buruan ajak temen, pacar, keluarga, dan keluarga pacar ke bioskop buat nonton film ini. Nonton sekaligus belajar politik :)





bagaimana menurutmu film '2014'? :) 

2 komentar

sip..masuk dalam list yang harus ditonton :)

Reply

Ayo! Ayo nonton! hehe :D

Reply

Posting Komentar