Taruh Aja di Awan!

Let me start this post with a story.

Dosen gue pernah cerita kalau dia punya temen yang raaajjiiinnn banget backup data yang ada di laptopnya ke hard disk eksternal. Tiap ada file atau dokumen baru di hari itu, malemnya langsung dia backup ke hard disknya, katanya sih biar ada backupnya kalau terjadi apa-apa sama laptopnya. 

Sayangnya, hard disk eksternal yang dia pakai buat backup data juga dia bawa kemana-mana di tasnya. And somehow, tasnya hilang diambil orang selesai seminar. Laptop + hard disk yang isinya backup data tadi hilang semua.

Ada lagi cerita mahasiswa yang pasang pengumuman kalau beberapa barang berharganya dicuri dari kamar kontrakannya. Dia merinci dengan detail barang apa aja yang hilang, mulai dari laptop, hp, flash drive, dan sebagainya. Ngenesnya, semua file tugas akhirnya alias skripsi yang lagi dia kerjain ada di dalam laptop dan flash drive yang dicuri. Sampai-sampai dia ikhlas kalau barangnya gak kembali asal yang nyuri mau balikin file skripsinya. Gue yang belum skripsi aja udah ngenes dengernya.

Dari dua cerita tadi gue mau sharing ke kalian salah satu alternatif backup data biar kalau apa-apa terjadi, dokumen penting itu gak ikutan hilang. Nah, disini gue mau sedikit ngomongin tentang cloud storage.

Mungkin beberapa dari kalian udah sering banget dengar atau bahkan udah pakai metode ini untuk backup data kalian. Buat kalian yang belum tahu, cloud storage itu semacam kita taruh dokumen penting kita di "awan", jadi dimanapun kita berada, kita masih bisa akses dokumen kita dengan device apapun karena konsepnya awan itu ada dimana-mana. Tapi bukan berarti komputernya ada di awan ya. Bukan.

Sebenarnya kita cuma upload dokumen kita ke server. Dan tentu servernya masih di tanah, gak di awan, cuma ya karena fleksibilitas alias gampang diakses dimana-mana makanya disebut cloud storage.

Nah caranya ini berguna banget terutama buat kamu para mahasiswa yang biasanya punya banya file penting kayak presentasi, makalah, atau skripsi. Kamu bisa akses file pentingmu, dimanapun kamu berada, entah itu dengan laptop, tablet, atau smartphone. Kenapa berguna? Karena file penting yang kita upload aman tersimpan di server penyedia, yang artinya ketika terjadi apa-apa pada laptop (hilang atau rusak), file tadi gak ikutan lenyap.

Terus cara pakai cloud storage gimana sih?

Sekarang banyak banget penyedia cloud storage. Mulai dari Google Drive, Dropbox, Owncloud, Onedrive, iCloud, dan masih banyak lagi penyedia jasa ini. Disini gue bakal sharing dikit pengalaman gue pakai Google Drive dan Dropbox.

Google Drive
Kayaknya ini cloud storage yang paling popular secara ini buatan Google dan terintegrasi sama produk-produk Google yang lain. Selain buat nyimpen data, kamu juga bisa ngedit atau bikin dokumen macam word, excel, powerpoint langsung di drivenya. Untuk yang free, kamu bisa dapat 15 Gb buat naruh file penting kamu, entah dokumen, foto, atau video. Tapi, kalau kamu mahasiswa, dan universitasmu tergabung dalam layanan Google, kamu bisa dapat UNLIMITED storage! Contohnya, kalau kamu mahasiswa UGM dan login pakai email UGM, Google Drive kamu unlimited. Keren kan?


Dropbox
Ini layanan cloud storage pertama yang gue pakai. Tampilannya simple, tapi fungsionalitasnya banyak. Emang sih, pertama kali daftar cuma dikasih 2 Gb storage, tapi setiap kamu invite temen buat pakai Dropbox, kamu bisa dapat tambahan 500 Mb/temen-yang-join-Dropbox-gegara-kamu-invite.
Sama kayak Google Drive, Dropbox juga punya Dropbox Campus yang bisa ngasih kamu tambahan 25 Gb untuk 2 tahun. Kalau cuma buat backup dokumen sih itu udah lebih dari cukup.

Masih banyak lagi layanan cloud storage yang bisa kamu pakai, buat nyelamatain data kamu yang penting. Oh iya, bagusnya, kamu bisa share file kamu ke orang yang kamu mau tanpa harus ketemua orangya, tinggal share alamat email aja.

Dari sekian banyak kelebihan cloud storage ketimbang hard disk eksternal, apakah artinya nyimpan file di awan lebih baik?

Hmm...enggak juga sih. Contohnya, penyedia layanan awan ini biasanya ngasih kuota yang lumayan sedikit. apalagi Dropbox yang cuma 2 Gb, kalau file pentingmu lebih dari 2 Gb kan susah. Padahal har disk eksternal aja ada yang udah sampai 4 TB.

Teknologi ini juga bisa ngabisin kuota internetmu, apalagi kalau yang kamu upload itu file video dan pingin kamu tonton secara langsung, boros kuota banget.

Karena sistemnya pakai server penyedia, artinya kita tetap butuh koneksi internet buat akses ke filenya dan buat sync

Sayangnya, orang Indonesia yang pakai teknologi ini masih jarang. Banyak sih faktornya, mulai dari gak tahu apa itu cloud storage, ada yang malas upload juga karena rata-rata persentase kecepatan download dan upload di Indonesia itu 3 banding 1. Jadinya kalau upload lebih lama. Dan masih banyak alasan lainnya.

Disini, gue cuma mau ngasih alternatif buat kamu-kamu backup data lebih aman biar gak panik kalau ada kenapa-kenapa sama perangkat kamu dan gak ngulangi dua kejadian di atas.


Well, semoga artikelnya membantu yaa. Gue mau upload tugas dulu. Bye!
















sudah backup data pentingmu hari ini? :)

Posting Komentar