The New Macbook Pro: Inovasi atau Cuma Gimmick?

Sungguh. Gue jarang banget update blog bukan karena malas (well, dikit sih hehe) Tapi lebih karena gue bener-bener sibuk. Buat kamu-amu yangudah kuliah pasti ngerasain rasanya sibuk kuliah, apalagi kalau masuk suatu organisasi, Beuh! Waktu tidurmu bakal berkurang banyak.

Anyway, gue kemarin buka websitenya Apple dan ternyata mereka bakal ngadain event yang rumornya bakal rilis MacBook Pro seri terbaru. Kabar-kabar tentang spesifikasi dan desain mulai bermunculan di blog-blog teknologi. Akhirnya gue save tanggal eventnya, niatnya sih siap-siap nonton live pas hari-H


EH TERNYATA GUE KETIDURAN -____-

Padahal udah pasang reminder biar bisa nonton, tapi karena emang kecapekan, jadinya ketiduran. Alhasil, paginya gue cek Google dan YouTube, semua orang update tentang rilisnya MacBook Pro terbaru. Akhirnya sumber info gue tentang update tersebut ya dari Google dan YouTube. Gue juga ngecek beberapa hal ke websitenya Apple.

Oke jadi ini pendapat gue.

MacBook Pro itu sendiri, terutama yang retina display udah dirilis sejak tahun 2012 silam, which means udah 4 tahun yang lalu. Nah, sejak saat itu, belum ada lagi update yang signifikan dari MacBook Pro (paling nambah Force Touch di MacBook Pro keluaran 2015). I mean, sejak saat itu, tidak ada hal yang baru dari MacBook Pro. Malahan Apple nge-update MacBook yang kecil itu. Akhirnya, Apple update seri MacBook Pro ke yang terbaru. Sejauh yang gue lihat saat ini, perubahan yang paling signifikan adalah munculnya Touch Bar pada keyboardnya. Sebenernya rumor ini emang udah beredar lama kalau bakal ada update ini di seri MacBook terbaru.

So, here it is the MacBook Pro
Untuk spesifikasinya, tidak terlalu banyak berbeda dengan yang sebelumnya, mungkin untuk tech specs-nya bisa dilihat disini

Di post kali ini gue lebih fokus kepada inovasi Touch Bar yang mereka hadirkan. Melihat update ini, gue jadi keinget sama apa yang pernah Steve Jobs bilang waktu dia merilis iPhone generasi pertama. Dia bilang kayak gini:
...and they all have these control buttons that are fixed in plastic and are the same for every applications. Well, every application wants slightly different user interface, a slightly optimized set of buttons. 
Salah satu alasan kenapa bentuk iPhone generasi pertama seperti itu adalah, karena Steve Jobs ngerasa kalau tombol-tombol plastik tidak berguna. Kenapa? Karena tombol itu ada entah kita lagi butuh tombol itu atau engga. Padahal, setiap aplikasi butuh tombol atau fungsinya masing-masing.

Nah! Uniknya, hal ini juga terjadi di laptop yang kita pegang sehari-hari, kalau kita lihat di keyboard laptop kita, pastinya di bagian atas ada tombol function atau yang yang lebih kita kenal dengan Fn keys (F1 - F12). Setiap Fn keys punya fungsinya masing-masing. Masalahnya adalah, karena itu juga termasuk dalam tombol fixed, which means they will still there whether u need it or not, you can't change it, karena emang dari pabrikannya kayak gitu kan?

Dengan tergantikannya Fn keys dengan Touch Bar yang Apple berikan, hal ini mengikuti apa yang pernah Steve Jobs bilang, dan menurut gue ini adalah perubahan yang bagus, karena pastinya setiap aplikasi butuh "Fn keys"-nya masing-masing. Walaupun cara Touch bar ini sebenarnya udah pernah dipakai di laptop Razer Blade generasi pertama, tapi bagi gue, inovasi ngubah Fn keys ke Touch bar adalah inovasi yang bagus. So, changing this line of Fn keys with a touch bar that follows the behavior of the applications is a really good update. It may changes the way people interact with their laptops.

Untuk lebih detailnya mengenai perubahan di MacBook Pro terbaru ini, mungkin kalian bisa nonton cuplikan videonya dibawah ini:










Bagaimana menurutmu tentang MacBook Pro terbaru ini? :)

Posting Komentar